digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800


COVER Fathiya Audrey Kamila
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 1 Fathiya Audrey Kamila
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 2 Fathiya Audrey Kamila
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 3 Fathiya Audrey Kamila
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 4 Fathiya Audrey Kamila
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 5 Fathiya Audrey Kamila
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 6 Fathiya Audrey Kamila
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

PUSTAKA Fathiya Audrey Kamila
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

LAMPIRAN Fathiya Audrey Kamila
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

The Room 19 merupakan perpustakaan independen di Kota Bandung yang berfungsi sebagai ruang ketiga (third place), yaitu ruang di luar rumah dan kampus/kantor yang dimanfaatkan untuk beraktivitas secara fleksibel, baik untuk bersosialisasi maupun belajar dan bekerja. The Room 19 menghadapi tantangan dalam memaksimalkan pendapatan karena didominasi pelanggan pelajar dan mahasiswa dengan daya beli relatif rendah, sehingga kunjungan cenderung fluktuatif pada masa libur dan kontribusi layanan tambahan rendah. Untuk meningkatkan keberlanjutan bisnis, diperlukan strategi penetrasi pasar melalui pengembangan layanan dan penetapan harga berbasis preferensi konsumen. Penelitian ini mengidentifikasi atribut layanan yang memengaruhi keputusan konsumen, membentuk segmentasi pelanggan, serta menentukan rentang harga optimal layanan The Room 19. Metode choice-based conjoint (CBC) digunakan untuk menganalisis delapan atribut layanan (estimasi utilitas: hierarchical Bayes (HB); segmentasi: latent class regression (LCR)). Analisis harga dilakukan menggunakan Van Westendorp’s price sensitivity meter (PSM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jam operasional, sistem penyewaan seating, dan insentif penggunaan layanan merupakan atribut paling berpengaruh. Segmentasi menghasilkan tiga kelompok pelanggan dengan kebutuhan berbeda, dengan kombinasi atribut paling disukai meliputi jam operasional 08.00–20.00, shift fleksibel 4 jam, insentif gratis 1 shift setiap 5 kunjungan, tarif peminjaman buku harian, serta bundling layanan seating dan peminjaman buku. Analisis PSM menunjukkan harga eksisting layanan seating dan peminjaman buku impor sedikit di atas harga optimal namun masih dapat diterima, sedangkan harga peminjaman buku lokal berada di bawah harga optimal sehingga terdapat ruang kenaikan harga secara terbatas.