2021 TA PP ISTRI HARDIANTI KUSUMADEWI 1.pdf
]
Terbatas Noor Pujiati.,S.Sos
» ITB
Terbatas Noor Pujiati.,S.Sos
» ITB
Kualitas pendidikan di Indonesia berturut-turut menempati peringkat paling bawah selama tiga
periode terakhir berdasarkan hasil survey Programme International Student Assesment (PISA).
Hal tersebut disebabkan oleh berbagai faktor salah satunya adalah motivasi dan persepsi anak
terhadap belajar yang masih keliru. Pendidikan dipandang hanya persoalan akademis, nilai tinggi,
menguasai seluruh mata pelajaran, dan terasa kaku sehingga anak tidak memiliki kebebasan
berekspresi dan eksplorasi. Padahal tercantum dalam Undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang
Sistem Pendidikan Nasional, fungsi dari pendidikan adalah mengembangkan kemampuan dan
membentuk karakter anak di masa yang akan datang. Banyak upaya yang dilakukan oleh berbagai
pihak untuk dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, namun tidak banyak yang sadar
bahwa perubahan yang paling berpengaruh adalah dimulai dari pendidikan di masa kanak-kanak
atau setara dengan jenjang pendidikan anak usia dini sampai pendidikan dasar. Sekolah KB-TKSD Bianglala Kota Bandung sebagai studi kasus dalam penelitian ini mengintegrasikan seni,
musik, dan olahraga sebagai metode pembelajaran dan pembentukan karakter anak. Upaya tersebut
diharapkan dapat mewujudkan fungsi pendidikan yang seharusnya dengan tetap memerhatikan
keunikan dan kemampuan individual tiap anak. Pada kondisi eksisting, Sekolah KB-TK-SD
Bianglala memiliki ruang-ruang yang kurang dioptimalkan fungsinya. Peran sarana prasarana pada
proses pendidikan sangat penting. Berdasarkan penjelasan di atas, solusi atau gagasan yang
ditawakan yaitu perancangan interior sekolah yang dapat mengoptimalkan fungsi ruang yang ada
di Sekolah KB-TK-SD Bianglala dengan mengintegrasikan nilai-nilai seni, musik, dan olahraga
untuk dapat mendukung proses belajar-mengajar dan tumbuh kembang anak.
Perpustakaan Digital ITB