Pelabuhan Merak merupakan salah satu pelabuhan penyeberangan tersibuk di
Indonesia yang berperan sebagai penghubung utama antara Pulau Jawa dan Pulau
Sumatra. Setiap tahunnya pelabuhan ini melayani jutaan penumpang, baik yang
melakukan perjalanan dengan kendaraan maupun tanpa kendaraan. Aktivitas
penyeberangan di Pelabuhan Merak juga memiliki pola lonjakan penumpang yang
relatif dapat diprediksi, terutama pada periode peak season seperti libur Lebaran dan
Tahun Baru.
Kondisi tersebut menuntut ketersediaan fasilitas pelabuhan yang mampu
mengakomodasi pergerakan penumpang secara efektif, aman, dan nyaman. Namun
pada kondisi eksisting, khususnya pada terminal eksekutif Pelabuhan Merak,
ditemukan permasalahan terkait pengelolaan ruang dan alur sirkulasi penumpang.
Area terminal yang bercampur dengan fungsi komersial seperti pusat perbelanjaan
menyebabkan alur perjalanan penumpang dari kedatangan hingga proses
keberangkatan menjadi kurang jelas dan terfragmentasi. Padahal, proses naik kapal
ferry memiliki tahapan yang cukup kompleks sehingga membutuhkan alur ruang yang
jelas agar penumpang dapat bergerak dengan mudah, terutama pada saat terjadi
lonjakan jumlah pengguna.
Berdasarkan permasalahan tersebut, perancangan ini bertujuan untuk merancang
Pelabuhan Ferry Eksekutif Merak yang lebih berorientasi pada kebutuhan pengguna
dengan mempertimbangkan pola lonjakan penumpang yang terjadi secara berkala
setiap tahun. Pendekatan yang digunakan dalam perancangan ini menitikberatkan pada
pengalaman pengguna serta kemampuan ruang untuk beradaptasi terhadap
peningkatan kapasitas pada periode peak season. Dengan demikian, perancangan ini
diharapkan mampu meningkatkan kualitas fasilitas serta kenyamanan pengguna dalam
melakukan perjalanan melalui Pelabuhan Merak.
Perpustakaan Digital ITB