Desa Cihideung, Kabupaten Bandung Barat, dikenal sebagai pusat hortikultura
terbesar di Jawa Barat dengan kekayaan tanaman hias yang potensial. Namun,
model pariwisata yang berkembang saat ini masih bersifat konvensional dan pasif
sehingga durasi kunjungan wisatawan cenderung rendah dan potensi edukasi
hortikultura tidak tergarap maksimal. Di sisi lain, masyarakat urban, khususnya
dewasa muda di Kota Bandung, menghadapi peningkatan tekanan psikologis akibat
kepadatan lingkungan perkotaan yang minim akses terhadap alam.
Perancangan Interior Edutourism Center ini bertujuan untuk mengintegrasikan
fungsi pusat edukasi hortikultura yang partisipatif dan fasilitas pemulihan yang
didasari oleh hubungan kedekatan dengan alam. Metode perancangan yang
digunakan adalah Problem-Based Design dengan pendekatan kualitatif melalui
wawancara, studi preseden, serta studi literatur.
Pendekatan utama yang diterapkan adalah prinsip Sensory Design untuk
menghadirkan alur pengalaman ruang yang imersif yang merangsang berbagai
indra manusia yang sejalan dengan prinsip Biophilic Design berbasis tanaman hias
lokal untuk menciptakan suasana restoratif yang menenangkan. Perancangan ini
tidak hanya menjadi upaya konservasi tanaman hias, tetapi juga menjadi ruang
restoratif bagi masyarakat urban untuk melepaskan penat dan katalisator
pemberdayaan ekonomi komunitas petani lokal melalui ekosistem pariwisata yang
berkelanjutan.
Perpustakaan Digital ITB