Karina Syahira Putri [17322035]
Terbatas Noor Pujiati.,S.Sos
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Noor Pujiati.,S.Sos
» Gedung UPT Perpustakaan
Boarding school merupakan lingkungan pendidikan yang mengintegrasikan
kegiatan akademik, pembinaan karakter, dan kehidupan sehari-hari siswa dalam
satu sistem selama 24 jam. Meskipun mampu mendukung pembentukan disiplin
dan keterhubungan sosial, kehidupan berasrama juga berpotensi menimbulkan
tekanan psikologis akibat keterbatasan ruang pribadi, rutinitas yang padat, serta
minimnya fasilitas untuk regulasi emosi dan pengembangan diri. Berdasarkan
observasi, wawancara, dan penyebaran kuesioner pada siswa SMA Dwiwarna
Islamic Boarding School, ditemukan bahwa sebagian besar siswa telah merasa
terpenuhi dari aspek fasilitas dasar dan penerimaan sosial, namun masih
mengalami homesick, kejenuhan, kesulitan memperoleh privasi, serta merasa
kurang bebas menjadi diri sendiri.
Tujuan perancangan ini adalah merancang fasilitas interior asrama yang mampu
mendukung kesejahteraan psikologis siswa melalui pemenuhan kebutuhan dasar
menurut Self-Determination Theory, yaitu otonomi, kompetensi, dan
keterhubungan. Objek perancangan berlokasi di SMA Dwiwarna Islamic
Boarding School, Parung, Bogor, dengan fokus pada pengembangan fasilitas
non-akademik di lingkungan asrama tanpa menghilangkan nilai-nilai pendidikan
Islam yang diterapkan sekolah.
Metode perancangan menggunakan pendekatan mixed method melalui studi
literatur, observasi lapangan, wawancara, dokumentasi, serta penyebaran
kuesioner kepada siswa dan alumni untuk mengidentifikasi kebutuhan pengguna,
aktivitas, serta permasalahan ruang. Data yang diperoleh dianalisis secara
deskriptif sebagai dasar penyusunan program ruang, konsep desain, serta
implementasi interior. Konsep perancangan mengintegrasikan Self-Determination
Theory dengan prinsip desain Islami melalui lima kata kunci, yaitu Warmth,
Authentic, Spirited, Neutral, dan Balance. Implementasi konsep diwujudkan
melalui penggunaan material alami, warna netral yang hangat, pencahayaan yang
mendukung suasana ruang, serta penyediaan ruang dengan tingkat privasi dan
interaksi yang beragam.
Hasil perancangan menghasilkan lima fasilitas utama, yaitu Communal Area
sebagai pusat interaksi sosial, Silent Zone sebagai ruang belajar dan refleksi diri,
Relaxing Zone sebagai ruang restoratif untuk regulasi emosi, Bedroom yang
mendukung keseimbangan antara privasi dan kehidupan komunal, serta Free
Space sebagai ruang multifungsi yang fleksibel untuk berbagai aktivitas siswa.
Perancangan ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan asrama yang tidak
hanya memenuhi kebutuhan fungsional, tetapi juga mendukung kesejahteraan
psikologis, meningkatkan motivasi intrinsik, mengurangi kejenuhan dan
homesick, serta membantu siswa berkembang secara mandiri tanpa
mengesampingkan identitas dan nilai-nilai Islam yang menjadi karakter SMA
Dwiwarna Islamic Boarding School.
Perpustakaan Digital ITB