digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Karina Syahira Putri [17322035]
Terbatas  Noor Pujiati.,S.Sos
» Gedung UPT Perpustakaan

Boarding school merupakan lingkungan pendidikan yang mengintegrasikan kegiatan akademik, pembinaan karakter, dan kehidupan sehari-hari siswa dalam satu sistem selama 24 jam. Meskipun mampu mendukung pembentukan disiplin dan keterhubungan sosial, kehidupan berasrama juga berpotensi menimbulkan tekanan psikologis akibat keterbatasan ruang pribadi, rutinitas yang padat, serta minimnya fasilitas untuk regulasi emosi dan pengembangan diri. Berdasarkan observasi, wawancara, dan penyebaran kuesioner pada siswa SMA Dwiwarna Islamic Boarding School, ditemukan bahwa sebagian besar siswa telah merasa terpenuhi dari aspek fasilitas dasar dan penerimaan sosial, namun masih mengalami homesick, kejenuhan, kesulitan memperoleh privasi, serta merasa kurang bebas menjadi diri sendiri. Tujuan perancangan ini adalah merancang fasilitas interior asrama yang mampu mendukung kesejahteraan psikologis siswa melalui pemenuhan kebutuhan dasar menurut Self-Determination Theory, yaitu otonomi, kompetensi, dan keterhubungan. Objek perancangan berlokasi di SMA Dwiwarna Islamic Boarding School, Parung, Bogor, dengan fokus pada pengembangan fasilitas non-akademik di lingkungan asrama tanpa menghilangkan nilai-nilai pendidikan Islam yang diterapkan sekolah. Metode perancangan menggunakan pendekatan mixed method melalui studi literatur, observasi lapangan, wawancara, dokumentasi, serta penyebaran kuesioner kepada siswa dan alumni untuk mengidentifikasi kebutuhan pengguna, aktivitas, serta permasalahan ruang. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif sebagai dasar penyusunan program ruang, konsep desain, serta implementasi interior. Konsep perancangan mengintegrasikan Self-Determination Theory dengan prinsip desain Islami melalui lima kata kunci, yaitu Warmth, Authentic, Spirited, Neutral, dan Balance. Implementasi konsep diwujudkan melalui penggunaan material alami, warna netral yang hangat, pencahayaan yang mendukung suasana ruang, serta penyediaan ruang dengan tingkat privasi dan interaksi yang beragam. Hasil perancangan menghasilkan lima fasilitas utama, yaitu Communal Area sebagai pusat interaksi sosial, Silent Zone sebagai ruang belajar dan refleksi diri, Relaxing Zone sebagai ruang restoratif untuk regulasi emosi, Bedroom yang mendukung keseimbangan antara privasi dan kehidupan komunal, serta Free Space sebagai ruang multifungsi yang fleksibel untuk berbagai aktivitas siswa. Perancangan ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan asrama yang tidak hanya memenuhi kebutuhan fungsional, tetapi juga mendukung kesejahteraan psikologis, meningkatkan motivasi intrinsik, mengurangi kejenuhan dan homesick, serta membantu siswa berkembang secara mandiri tanpa mengesampingkan identitas dan nilai-nilai Islam yang menjadi karakter SMA Dwiwarna Islamic Boarding School.