Boarding school merupakan sistem pendidikan yang tidak hanya berfungsi sebagai
tampat belajar formal, tetapi juga sebagai lingkungan tinggal yang berperandalam
membentuk karakter serta menduung perkembangan peserta didik secara
menyeluruh. Pada jenjang SMP-SMA, siswi berada pada fase yang membutuhkan
dukungan terhadap perkembangan intelektual, emosional, sosial, fisik, dan
spiritual. Boarding school memiliki potensi untuk mendukung pendidikan holistik
karena proses belajar berlangsung selama 24 jam melalui kegiatan akademik,
kehidupan berasrama, dan interaksi sosial. Namun, berbagai penelitian
menunjukkan bahwa peserta didik boarding school rentan mengalami
homesickness, stress, kekurangan privasi, kecemasan, serta kesulitan beradaptasi
apabila lingkungan belum mampu mengakomodasi kebutuhan perilaku dan
psikologis penggunanya. Selain itu, banyak fasilitas boarding school yang masih
berorientasi pada pemenuhan fungsi dasar saja sehingga belum optimal dalam
mendukung perkembangan holistik peserta didik.
Penelitian ini bertujuan merancang interior boarding school SMP-SMA putri
dengan pendekatan behavioral design untuk menciptakan lingkungan yang adaptif,
nyaman, aman dalam mendukung perkembangan holistik peserta didik. Metode
penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur, obeservasi
lapangan, dan wawancara untuk mengidentifikasi karakteristik pengguna, pola
aktivitas, kebutuhan ruang, serta aspek perilaku yang mempengaruhi pengalaman
tinggal dan belajar di boarding school. Analisis difokuskan pada perancangan
ruang kelas, asrama, area komunal, dan fasilitas penunjang untuk mendukung
pengalaman belajar, interaksi sosial yang positif, dan kesejahteraan siswi. Data
yang diperoleh menjadi dasar penyusunan konsep dan strategi perancangan interior.
Perpustakaan Digital ITB