Kesehatan mental merupakan isu yang semakin relevan dalam kehidupan masyarakat urban,
seiring meningkatnya tekanan hidup, tuntutan pekerjaan, dan minimnya ruang pemulihan
psikologis yang bersifat non-medis. Depresi ringan hingga sedang menjadi salah satu kondisi
gangguan mental yang paling banyak dialami oleh masyarakat usia produktif, namun sering
kali tidak tertangani secara optimal akibat keterbatasan fasilitas pemulihan yang aman,
nyaman, dan bebas stigma. Oleh karena itu, diperlukan alternatif ruang pemulihan yang mampu
mendukung kesejahteraan mental melalui pendekatan desain interior yang berorientasi pada
pengalaman pengguna. Tugas Akhir ini bertujuan untuk merancang interior healing resort bagi
penderita depresi ringan hingga sedang yang berlokasi di kawasan penyangga perkotaan.
Healing resort dirancang sebagai fasilitas pemulihan non-klinis yang bersifat holistik,
menenangkan, dan tidak menimbulkan kesan institusional.
Metode perancangan yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan
research by design, yang dilakukan melalui studi literatur, studi preseden, serta analisis
kebutuhan pengguna dan konteks lokasi. Hasil analisis kemudian disintesis menjadi konsep
desain interior yang menekankan integrasi ruang dalam dan luar, penggunaan material alami,
pencahayaan alami, serta pengolahan suasana ruang yang mendukung proses pemulihan
emosional. Perancangan ini diharapkan dapat menjadi alternatif fasilitas pemulihan kesehatan
mental yang humanis dan kontekstual, sekaligus menunjukkan peran desain interior dalam
mendukung kesejahteraan psikologis masyarakat urban melalui pendekatan biophilic.
Perpustakaan Digital ITB