Transisi energi hijau meningkatkan kebutuhan mineral kritis, khususnya nikel, sehingga mendorong
ekspansi pertambangan di berbagai wilayah, termasuk Pulau Kabaena, Sulawesi Tenggara. Aktivitas
tersebut menimbulkan kerusakan ekologis dan mengancam kehidupan masyarakat Moronene dan Bajo,
sehingga mencerminkan fenomena green paradox dan green extractivism. Perancangan ini bertujuan
menghasilkan concept art animasi sebagai media kritik visual untuk membangun kesadaran kritis Gen Z
usia 18–25 tahun terhadap green paradox dan pelanggaran hak hidup masyarakat lokal. Metode yang
digunakan meliputi studi literatur, wawancara dengan ahli dan masyarakat lokal, serta penyebaran
kuesioner kepada Gen Z sebagai target audiens. Hasil analisis menunjukkan bahwa pemahaman Gen Z
mengenai dampak sosial-ekologis di balik transisi energi hijau masih terbatas. Temuan tersebut
diterjemahkan ke dalam concept art berupa desain karakter, lingkungan, properti, dan key art berlatar
dunia fiksi ilmiah distopia yang terinspirasi dari krisis ekologi Pulau Kabaena. Perancangan ini diharapkan
menjadi media komunikasi visual yang membangun kesadaran kritis terhadap dampak transisi energi di
wilayah produksi mineral.
Perpustakaan Digital ITB