digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Transisi energi hijau meningkatkan kebutuhan mineral kritis, khususnya nikel, sehingga mendorong ekspansi pertambangan di berbagai wilayah, termasuk Pulau Kabaena, Sulawesi Tenggara. Aktivitas tersebut menimbulkan kerusakan ekologis dan mengancam kehidupan masyarakat Moronene dan Bajo, sehingga mencerminkan fenomena green paradox dan green extractivism. Perancangan ini bertujuan menghasilkan concept art animasi sebagai media kritik visual untuk membangun kesadaran kritis Gen Z usia 18–25 tahun terhadap green paradox dan pelanggaran hak hidup masyarakat lokal. Metode yang digunakan meliputi studi literatur, wawancara dengan ahli dan masyarakat lokal, serta penyebaran kuesioner kepada Gen Z sebagai target audiens. Hasil analisis menunjukkan bahwa pemahaman Gen Z mengenai dampak sosial-ekologis di balik transisi energi hijau masih terbatas. Temuan tersebut diterjemahkan ke dalam concept art berupa desain karakter, lingkungan, properti, dan key art berlatar dunia fiksi ilmiah distopia yang terinspirasi dari krisis ekologi Pulau Kabaena. Perancangan ini diharapkan menjadi media komunikasi visual yang membangun kesadaran kritis terhadap dampak transisi energi di wilayah produksi mineral.