Penelitian ini bertujuan untuk merancang board game menggunakan kerangka
Design–Dynamics–Experience (DDE) untuk melatih kontrol inhibisi pada siswa
kelas I Sekolah Dasar (SD). Kontrol inhibisi merupakan bagian dari fungsi
eksekutif pada otak yang berperan dalam inhibisi respons dan kontrol interferensi,
serta menjadi prediktor masa depan individu. Proses perancangan menggunakan
pendekatan Double Diamond yang diawali dengan studi literatur, wawancara 2
tenaga kependidikan, dan observasi suasana belajar kelas I SD, yang
menunjukkan bahwa kemampuan kontrol inhibisi siswa belum berkembang secara
optimal. Perancangan board game menggunakan DDE dimulai dari perancangan
experience yang berfokus pada latihan mempertahankan fokus dan pengendalian
impuls, yang kemudian diterjemahkan ke dalam dynamics dan diwujudkan
melalui design. Evaluasi dilakukan melalui playtesting secara bertahap kepada
satu founder komunitas board game, satu pengembang game, dan tiga wali kelas I
SD, dan observasi terhadap 18 siswa kelas I SD menggunakan instrumen
observasi berlandaskan komponen DDE. Hasil menunjukkan bahwa board game
yang dirancang mampu melatih kontrol inhibisi siswa kelas I SD yang mencakup
inhibisi respons dan kontrol interferensi. Selain itu, penelitian ini menunjukkan
potensi kerangka DDE tidak hanya sebagai kerangka konseptual dalam
merancang permainan, tetapi juga sebagai kerangka evaluatif dalam menilai
kesesuaian antara desain permainan dan tujuan perancangan.
Perpustakaan Digital ITB