digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Adita Surya Prayoga [27123081]
PUBLIC Open In Flipbook Noor Pujiati.,S.Sos

BAB I Adita Surya Prayoga [27123081]
Terbatas  Noor Pujiati.,S.Sos
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB II Adita Surya Prayoga [27123081]
Terbatas  Noor Pujiati.,S.Sos
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB III Adita Surya Prayoga [27123081]
Terbatas  Noor Pujiati.,S.Sos
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB IV Adita Surya Prayoga [27123081]
Terbatas  Noor Pujiati.,S.Sos
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB V Adita Surya Prayoga [27123081]
Terbatas  Noor Pujiati.,S.Sos
» Gedung UPT Perpustakaan

Penelitian ini mengeksplorasi adaptasi Legenda Rawa Pening ke dalam representasi visual aset dengan pendekatan soft worldbuilding, yang juga memiliki potensi untuk ditujukan sebagai aset dalam produksi film animasi berbasis 3 dimensi. Dipresentasikan dengan luaran animasi 3 dimensi dan format video 360 derajat agar memaksimalkan visualisasi aset yang ditujukan untuk anak usia 9–11 tahun. Berangkat dari banyaknya film animasi yang mengintegrasi unsur folklor ke dalam dunianya sering kali dilakukan secara implisit dan simbolik melalui visual aset-asetnya. Penelitian ini dilandasi dengan argumen bahwa pendekatan soft worldbuilding sebagai pendekatan paling tepat untuk mengintegrasi elemen folklor seperti tokoh, objek, dan latar dikarenakan karakteristik soft worldbuilding yang bersifat implisit dan simbolik sepertihalnya sebuah cerita legenda. Visual soft worldbuilding yang mengintegrasi unsur folklor meskipun secara implisit, diasumsikan berpotensi memunculkan rasa suka kepada penonton terhadap folklor yang terkandung. Menggunakan metode Double Diamond, penelitian ini mengidentifikasi aset naratif utama melalui teori fungsi legenda Linda Dégh, lalu memvalidasi makna simbolik melalui wawancara ahli, serta mengumpulkan preferensi visual target berdasarkan teori perkembangan kognitif Piaget. Data tersebut menjadi landasan perancangan konsep visual aset yang memastikan esensi terkandung melalui evaluasi dan iterasi. Perancangan visual aset soft worldbuilding tokoh, objek, latar yang berpotensi ditujukan untuk perancangan produksi film animasi berbasis 3 dimensi. Dengan luaran presentasi berbentuk animasi 3 dimensi dan video 360 berdasarkan teori visual storytelling oleh Jessica Brillhart, khususnya shifting point of interest dan hero’s journey. Temuan menunjukkan bahwa ketika suatu legenda direpresentasikan ke dalam visual soft worldbuilding, tidak hanya mampu menjaga esensi budayanya, bahkan juga memperkuat aspek fantasi dan supernatural di dalamnya sehingga memberikan pengalaman menarik bagi anak-anak. Penelitian membuktikan potensi soft worldbuilding sebagai adaptasi visual aset legenda yang mengintegrasi elemen budaya dan cocok untuk anak-anak.