digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Raisa Khaira Farras [17522055]
Terbatas  Noor Pujiati.,S.Sos
» Gedung UPT Perpustakaan

Dalam era digital yang ditandai dengan ketergantungan manusia terhadap internet dan teknologi, orang tua kerap menyerahkan sebagian tanggung jawab perkembangan anak kepada perangkat teknologi, seperti memberikan iPad kepada balita. Namun, praktik tersebut berpotensi memberikan dampak negatif terhadap perkembangan imajinasi dan kreativitas anak. Pada usia dini, anak yang seharusnya mendapat landasan moral dan pendidikan dasar yang matang, tetapi justru terpapar beragam konten digital dan fenomena internet tanpa batas dan instan, yang beresiko sangat fatal terhadap perkembangan kemampuannya secara Perkembangan kemampuan manusia secara menyeluruh (holistik) mencakup pertumbuhan simultan dalam berbagai aspek, termasuk etika, moralitas, kreativitas, analisis, kemampuan kritis, dan argumentatif. Fenomena "brainrot" adalah salah satu akibat yang saat ini berkembang luas - konten-konten yang dihasilkannya menjadi bagian dari kehidupan anak-anak sehari-hari di dalam pergaulannya. Fenomena kontenkonten “Brainrot” semakin meluas dan saat ini sudah menjadi bagian dari kehidupan anak-anak. Salah satu persoalan lain yang muncul dari penggunaan teknologi pada usia dini adalah menurunnya rentang perhatian anak. Anak-anak yang terbiasa menggunakan gawai cenderung lebih mudah terdistraksi karena terbiasa menerima rangsangan visual dan audio yang instan serta berulang-ulang. Hal ini dapat menghambat kemampuan mereka untuk fokus dalam jangka waktu tertentu, yang pada akhirnya memengaruhi proses belajar, kreativitas, dan perkembangan kognitif. Oleh karena itu, alat ini dirancang untuk menstimulasi dan melatih sisi imajinatif anak dan mampu menarik dan mempertahankan perhatian mereka secara positif.