Development adalah suatu proses pembuatan lobang bukaan (terowongan) yang dilakukan dengan cara membongkar (excavation) baik secara manual maupun mekanis. Adapun hasil yang ingin diperoleh yakni berupa lobang bukaan sesuai rencana produksi tambang Grasberg Block Cave (GBC Mine) yang berdasar pada tujuan dari fungsi lubang bukaan. Propose tersebut dilakukan untuk menyokong fix facilitas lainnya guna menunjang Rencana produksi ditahun 2019. Penyelesaian suatu lobang bukaan (Tunnel) dengan kaidah yakni tahapan yang berkesinambungan (development cycle) yang ada maka harus dilakukan system kontrol yang baik terhadap proses development. Kontrol yang dilakukan yakni design engineering maupun aplikasinya dilapangan. Kenyataannya adalah ditahun 2015 - 2016 perolehan target tidak sesuai dengan harapan dan menyebabkan meter (d Equivalent meter) dari operational development di level extraction pada tambang Underground GBC mengalami penurunan hingga 55 % atau sekitar 1000 meter selisih dari plan kedua tahun tersebut.
Identifikasi masalah saat ini adalah proses kemajuan lobang bukaan yang belum mencapai target disebabkan karena satu proses dalam development cycle yakni Mucking dan Hauling tidak tercapai target akibat beberapa hal mendasar. Informasi yang minim dan support yang rendah terhadap system pelaporan menyebabkan beberapa keputusan startegis harus tertunda dan menyebabkan simultan dari proses cycle mengalami kendala yang cukup signifikan. Sistem Informasi yang terpusat dan dapat diaccess dengan cepat baik dari sisi penginputan atau share data oleh semua stakeholder yang bertanggungjawab atas operational project development tunnel sangatlah strategis. Motivasi yang baik sangat mempengaruhi kinerja dari setiap stakeholder yang bekerja pada project dimaksud, sehingga pendekatan yang tepat sesuai kebutuhan manusia dapatlah dilakukan guna peningkatan produktifitas.
Project Manajemen dengan dengan metode CPM dapat memberikan gambaran mengenai identifikasi Jalur Kritis (Critical Path) dari silkus kerja serta melakukan Evaluasi guna menentukan indicator atau penyebab Critical Path menjadi Bottleneck sehingga dapat dipersiapkan tindakan antisipatifnya menggunakan PERT. Human Resource Management (Motivasi _ penerapan Abraham Maslow) menjadi pilihan dalam memanusiakan karyawan sesuai akar masalah yang diperoleh dengan metode Current Reality Tree. Harapannya adalah proses development berjalan cepat, aman dan selamat serta operational yang sedikit pengeluaran biaya operasi dan minim tindakan operational yang berulang. Yang kesemuanya itu berdampak pada cost dan time reduction sehingga operational kedepannya berjalan maksimal.
Perpustakaan Digital ITB