Pasar tenaga kerja Indonesia didominasi oleh sektor informal, di mana sekitar 60% tenaga kerja beroperasi tanpa kontrak formal, terutama pada sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Penelitian ini mengangkat fenomena "Paradoks Modal Manusia" di CV. Adik Wijaya, sebuah UKM keluarga di Subang, di mana ketergantungan pada pekerja harian lepas seringkali memicu masalah integritas operasional, seperti manipulasi data dan perilaku diam (defensive silence) akibat rendahnya keamanan psikologis. Dengan menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif melalui metodologi "Five Whys" dan Model Followership Kelley, penelitian ini mengkaji bagaimana intervensi perilaku dapat mentransformasi pengikut tipe "Pasif" atau "Pragmatis" menjadi mitra "Teladan" (Exemplary). Temuan menunjukkan bahwa ketidakkonsistenan data operasional saat ini disebabkan oleh rasa takut rasional terhadap manajemen yang punitif, bukan karena ketidakmampuan teknis. Implementasi kepemimpinan berbasis supervisi dan rutinitas daily check-in terbukti berhasil menurunkan hambatan interpersonal dalam berkomunikasi, sehingga menciptakan lingkungan belajar yang aman (safe-learning). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketika tata kelola relasional menggantikan taktik komando-kendali yang kaku, pekerja informal menunjukkan loyalitas yang lebih tinggi, keterlibatan proaktif, dan transparansi data yang lebih baik. Penelitian ini memberikan kerangka kerja strategis bagi UKM di Indonesia untuk mengoptimalkan tenaga kerja informal dengan memprioritaskan kontrak psikologis di atas perjanjian hukum formal guna mencapai keunggulan operasional yang berkelanjutan.
Perpustakaan Digital ITB