digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Safhira Aulia
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

COVER Safhira Aulia
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

BAB 1 Safhira Aulia
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

BAB 2 Safhira Aulia
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

BAB 3 Safhira Aulia
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

BAB 4 Safhira Aulia
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

BAB 5 Safhira Aulia
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

BAB 6 Safhira Aulia
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

PUSTAKA Safhira Aulia
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

LAMPIRAN Safhira Aulia
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas desain informasi visual di stasiun layanan KA feeder dalam mendukung navigasi penumpang. Studi pendahuluan menunjukkan bahwa 52,75% permasalahan terjadi pada segmen perjalanan KA feeder dan transisi ke Whoosh, seperti terkait pencarian akses menuju ruang tunggu dan peron keberangkatan, yang mengindikasikan belum efektifnya layanan KA feeder dalam sistem Whoosh. Selain itu, penelitian ini menganalisis perbedaan pola atensi dan tingkat beban kognitif berdasarkan karakteristik penumpang dan kondisi lingkungan selama navigasi, dengan harapan informasi visual yang ada dapat mendukung seluruh penumpang dalam berbagai kondisi. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif melalui eksperimen simulasi navigasi menggunakan foto lingkungan stasiun untuk mengukur atensi dan beban kognitif penumpang saat navigasi. Pengukuran atensi dilakukan menggunakan eye tracker dan beban kognitif menggunakan EEG dan performansi. Beberapa variavel yang diteliti adalah variabel gender differences, familiarity, crowd level, attention, dan cognitive load dengan melibatkan 24 partisipan. Pengolahan data eksperimen dilakukan menggunakan uji perbedaan kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa informasi visual di lingkungan stasiun layanan KA feeder masih belum efektif dalam mendukung navigasi penumpang. Tidak ditemukan perbedaan pola atensi berdasarkan seluruh variabel independen, meskipun pada beberapa gambar terlihat variasi pola atensi. Beban kognitif menunjukkan perbedaan antara partisipan novice dan expert serta antara kondisi kepadatan, yang ditandai dengan peningkatan aktivitas gelombang theta dan alpha serta penurunan performansi pada kondisi high crowd dan partisipan novice. Jenis kelamin dan gelombang beta tidak menunjukkan perbedaan signifikan. Hasil uji korelasi mengindikasikan bahwa hubungan antara atensi dan beban kognitif tidak bersifat linear. Berdasarkan temuan, diidentifikasi tiga permasalahan, yaitu penempatan informasi visual yang belum strategis, keterbacaan dan kejelasan informasi rendah, serta ketidaksesuaian informasi dengan kebutuhan penumpang.