digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Wilayah pesisir Kota Padang yang terletak di pantai barat Sumatera memiliki tingkat kerentanan yang tinggi terhadap berbagai ancaman multi-hazard yang berasal dari faktor iklim maupun non-iklim. Perkembangan wilayah pesisir yang pesat, peningkatan kepadatan penduduk, serta degradasi lingkungan memperbesar tingkat kerentanan dan keterpaparan masyarakat terhadap bahaya seperti gelombang tinggi, kenaikan muka air laut (sea level rise), pertumbuhan penduduk yang pesat, curah hujan berintensitas tinggi, kekeringan, dan kedatangan wisatawan musiman. Untuk mendukung pengelolaan pesisir yang adaptif serta strategi mitigasi bencana yang terarah, penelitian ini melakukan penilaian risiko multi-hazard menggunakan pendekatan Coastal Risk Index Local-Scale (CRI-LS), yaitu pendekatan berbasis indeks risiko pesisir skala lokal. Pendekatan ini mengintegrasikan tiga komponen utama, yaitu bahaya, kerentanan, dan eksposur, dengan pembobotan variabel ditentukan melalui metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Sejumlah indikator spasial distandardisasi, diberi skor, dan dikombinasikan dalam lingkungan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk menghasilkan indeks risiko pesisir komposit. Hasil analisis menunjukkan adanya variasi spasial tingkat risiko multi-hazard di sepanjang wilayah pesisir Kota Padang, dengan kategori yang berkisar dari sangat rendah hingga sangat tinggi. Zona berisiko tinggi hingga sangat tinggi tersebar di sepanjang pesisir pusat Kota Padang, yang didominasi oleh kawasan permukiman padat penduduk, fasilitas publik, dan infrastruktur penting. Kondisi topografi yang datar, elevasi rendah, serta tingginya aktivitas sosial ekonomi turut memperkuat tingkat risiko di wilayah tersebut. Estimasi potensi kerugian ekonomi dilakukan pada wilayah dengan kelas risiko tinggi dan sangat tinggi. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa potensi kerugian ekonomi di area risiko tinggi mencapai lebih dari Rp2.2 triliun, sedangkan pada area risiko sangat tinggi melebihi Rp2.6 triliun, dengan kategori permukiman padat atau kampung kota memberikan kontribusi terbesar terhadap total kerugian. Validasi lapangan dilakukan pada beberapa titik dengan tingkat risiko tinggi dan sangat tinggi untuk memastikan kesesuaian hasil analisis spasial dengan kondisi aktual di lapangan. Peta spasial risiko yang dihasilkan memberikan informasi penting untuk mengidentifikasi kawasan kritis yang memerlukan prioritas penanganan. Temuan penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan dalam merumuskan strategi adaptasi dan mitigasi risiko multi-hazard guna memperkuat ketahanan wilayah pesisir Kota Padang secara berkelanjutan.