digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Produksi yang dilakukan oleh PT. Freeport Indonesia (PTFI) bergantung pada ketersediaan pabriknya. Pada periode 2016 target ketersediaan peralatan pabrik di Cruhser Master Plant (CMP) adalah 84% yang mana pada periode tersebut hanya mencapai 80%. Dalam periode ini, mechanical maintenance department bertanggungjawab terhadap sebagian besar downtime di CMP. Sebuah analisa dan peningkatan diperlukan untuk mengarahkan kinerja mechanical mechanical department di CMP untuk dapat mencapai targetnya. Maintenance Department Analysis (MDA) digunakan utuk menganalisa area di maintenance department dan menggunakan current reality tree diagram untuk memdapatkan akar masalah dari kinerja yang rendah di mechanical maintenance department. Ditemukan bahwa sistem manajemen kinerja yang digunaakan tidak dengan baik mendukung kinerja maintenance department untuk dapat mencapai tujuannya.. Berdasarkan analisa solusi alternatif terhadap sistem manajemen kinerja yang dilakukan, MPM sistem dipilih untuk meningkatkan kinerja mechanical maintenance department di CMP. Hasil dari penelitian ini adalah sistem manajemen kinerja mengunakan sistem MPM dengan tujuh perspektif yang adalah : Kepuasan pelanggan dengan 3 indikator kinerja, Peralatan dengan 5 indikator kinerja, Biaya dengan 6 indikator kinerja, Tugas Maintenance dengan 10 indikator kinerja, Inovasi/Pembelajaran dengan 4 indikator kinerja, Keselamatan,Kesehatan dan Lingkungan dengan 10 indikator dan Karyawan dengan 5 indikator. Dengan perancangan manajement kinerja ini akan dapat meningkatkan ketersediaan peralatan pabrik di CMP dengan menyediakan manajemen kinerja yang memiliki tujuan strategis, peta strategi, pembobotan indikator, analisa korelasi, tingkatan indikator dan inisiatif strategis yang diambil untuk dapat meingkatkan ketersediaan peralatan produksi di CMP plant.