Pengadaan jasa konsultansi enjiniring merupakan elemen kunci dalam menjamin
ketepatan waktu dan kualitas pelaksanaan proyek ketenagalistrikan di PT PLN
Enjiniring. Namun, kinerja pengadaan masih menghadapi permasalahan struktural
berupa keterlambatan penyelesaian pekerjaan, tingginya frekuensi amandemen
kontrak, serta proses pengambilan keputusan yang belum sepenuhnya berbasis
analisis risiko dan dampak strategis. Kondisi tersebut tercermin dari belum
optimalnya pencapaian indikator On-Time Delivery (OTD) dan berpotensi
menghambat akselerasi proyek ketenagalistrikan nasional sesuai RUPTL 2025–
2034
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan merancang kerangka
pengambilan keputusan strategi pengadaan melalui integrasi Kraljic Portfolio
Matrix dan metode Analytic Hierarchy Process (AHP)–Technique for Order
Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS). Metode Delphi diterapkan
untuk mengidentifikasi dan memvalidasi kriteria Supply Risk dan Profit Impact
serta kriteria pemilihan supplier sesuai karakteristik pengadaan jasa konsultansi
enjiniring. AHP digunakan dalam dua tahapan utama, yaitu untuk menghitung
bobot kriteria Supply Risk dan Profit Impact sebagai dasar pemetaan item
pengadaan pada Kraljic Portfolio Matrix, serta untuk menentukan bobot kriteria
dan sub-kriteria pemilihan supplier pada masing-masing kuadran Kraljic.
Selanjutnya, TOPSIS digunakan untuk melakukan pemeringkatan alternatif
supplier berdasarkan tingkat kedekatan terhadap solusi ideal pada setiap kategori
ii
pengadaan. Objek penelitian mencakup pengadaan jasa konsultansi pada
infrastruktur transmisi, gardu induk, dan pembangkit di PT PLN Enjiniring
Hasil penelitian menunjukkan bahwa item pengadaan PT PLN Enjiniring dapat
diklasifikasikan secara sistematis ke dalam empat kuadran Kraljic, yaitu non-
critical, leverage, bottleneck, dan strategic, dengan profil risiko dan dampak
strategis yang berbeda antara kelompok transmisi dan gardu induk dan pembangkit.
Selain itu, penelitian ini mengidentifikasi adanya penambahan dan diferensiasi
kriteria pemilihan supplier pada beberapa kuadran Kraljic, yang tidak sepenuhnya
tercakup dalam model Kraljic konvensional, sebagai respons terhadap kompleksitas
teknis, risiko kinerja, dan kebutuhan kolaborasi jangka panjang pada pengadaan
jasa konsultansi enjiniring. Pembobotan menggunakan AHP menunjukkan bahwa
kriteria dominan pada setiap kuadran bersifat spesifik dan tidak seragam, sementara
hasil pemeringkatan supplier menggunakan TOPSIS menghasilkan urutan prioritas
supplier yang berbeda dibandingkan praktik eksisting, sehingga menyediakan dasar
pengambilan keputusan pengadaan yang lebih objektif, terukur, dan kontekstual
terhadap profil risiko serta kepentingan strategis perusahaan.
Perpustakaan Digital ITB