Kucing liar merupakan bagian dari ekosistem pasar tradisional yang berinteraksi
secara langsung dengan aktivitas manusia. Pergerakan kucing di lingkungan pasar
cenderung tidak terkontrol, ditemukan bahwa sebagian kucing memiliki pola
keberadaan yang relatif menetap dan menunjukkan perilaku berulang, seperti
kembali ke lokasi yang sama saat lapar akibat adanya praktik pemberian pakan
(street feeding). Kondisi ini menciptakan situasi semi-terprediksi, di mana
sebagian kucing dapat dijumpai kembali meskipun tetap berkeliaran secara bebas.
Namun demikian, upaya pemberian obat atau perawatan kesehatan dasar pada
kucing liar tetap menghadapi berbagai kendala, seperti ketidakpastian kehadiran
individu, risiko kontak langsung, keterbatasan waktu pengguna, serta ketiadaan
sarana atau produk yang sesuai dengan konteks ruang publik pasar.
Proses perancangan dilakukan menggunakan pendekatan desain berbasis konteks
dengan metode kualitatif. Tahapan meliputi observasi lapangan di pasar
tradisional, pengumpulan data sekunder dari literatur dan praktik komunitas, serta
analisis perilaku kucing dan pola interaksi manusia–hewan. Data tersebut
dianalisis untuk merumuskan kebutuhan desain, batasan operasional, serta peluang
pemecahan masalah yang relevan.
Hasil yang ingin dicapai pada penelitian berupa produk penunjang kesehatan
kucing liar yang bersifat non-invasif, memanfaatkan kebiasaan alami kucing, dan
dapat dioperasikan oleh pengguna non-profesional. Solusi desain berfokus pada
mekanisme pemberian obat ringan dengan minim kontak langsung yang
mendukung terciptanya interaksi manusia–hewan yang lebih aman dan
berkelanjutan.
Perpustakaan Digital ITB