UKM batik dituntut menerapkan praktik ramah lingkungan sekaligus
mempertahankan resiliensi di tengah dinamika lingkungan bisnis yang tidak
menentu. Literatur menunjukkan bahwa orientasi ekosentris manajerial dan
kapabilitas proses bisnis hijau dapat meningkatkan organizational resilience,
namun kajian terdahulu masih berfokus pada hubungan linear simetris sehingga
belum menjelaskan kondisi minimum maupun kombinasi faktor yang bersamasama
menghasilkan resiliensi tinggi. Penelitian ini bertujuan menganalisis
pengaruh langsung, mediasi, dan moderasi Ecocentric Management Mindset
(EMM), Green Business Process Management (Green BPM), Stakeholder Pressure
(SP), Collective Threshold (CT), dan Networking Capability (N) terhadap
Organizational Resilience (OR), sekaligus mengidentifikasi kondisi prasyarat,
prioritas perbaikan, dan konfigurasi yang menghasilkan resiliensi tinggi. Penelitian
menggunakan survei cross-sectional terhadap pemilik/manajemen UKM batik,
dengan instrumen tervalidasi melalui content validity dan pilot test, menghasilkan
152 data valid. Data diolah dengan Partial Least Squares Structural Equation
Modeling (PLS-SEM), Necessary Condition Analysis (NCA), combined
Importance-Performance Map Analysis (cIPMA), dan fuzzy-set Qualitative
Comparative Analysis (fsQCA). Hasil menunjukkan bahwa EMM berpengaruh
signifikan terhadap Green BPM, tetapi tidak berpengaruh langsung maupun tidak
langsung terhadap OR, menunjukkan bahwa orientasi ekologis manajemen dan
kapabilitas proses bisnis hijau saja belum cukup untuk menghasilkan resiliensi
organisasi. Networking Capability menjadi satu-satunya moderator yang secara
signifikan memperkuat pengaruh Green BPM terhadap OR. Analisis NCA
menunjukkan bahwa N, EMM, dan Green BPM merupakan kondisi perlu bagi
terciptanya OR, dengan N dan EMM memiliki peran yang lebih fundamental.
Selanjutnya, analisis fsQCA mengidentifikasi enam konfigurasi kondisi yang
mampu menghasilkan resiliensi yang tinggi yang menunjukkan bahwa resiliensi
dibentuk melalui kombinasi berbagai kapabilitas dan kondisi kontekstual, dengan
Networking Capability sebagai kondisi yang paling konsisten muncul dalam
konfigurasi keberhasilan.
Perpustakaan Digital ITB