digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Industri kedai kopi di Yogyakarta telah memasuki pasar "Red Ocean" yang sangat jenuh, dengan total gerai aktif di Yogyakarta lebih dari 3500 gerai yang aktif berkompetisi memperebutkan pangsa pasar mahasiswa dan generasi Z. Dingo Coffee mengalami stagnasi pertumbuhan pendapatan sepanjang tahun 2023-2023. Dalam mengatasi masalah tersebut, Dingo Coffee melakukan strategi rebranding revolusioner pada akhir tahun 2024 hingga 2025. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur dan menganalisis secara empiris mengenai pengaruh simultan dan parsial dari empat dimensi utama dari rebranding, yaitu Repositioning (????1), Renaming (????2), Redesign (????3), dan Relaunch (????4) terhadap minat beli konsumen (Y). Penelitian ini menggunakan desain eksplanatori menggunakan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, dokumentasi, data penyebaran kuesioner terhadap 102 responden menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria, yaitu konsumen yang pernah mengunjungi Dingo Coffee baik sebelum maupun sesudah rebranding dilakukan. Data diuji menggunakan validitas dan reliabilitas lalu dipastikan memenuhi syarat uji asumsi klasik, yitu normalitas, multikolinieritas, dan heteroskedastisitas sebelum dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Model regresi berganda menghasilkan nilai yang stabil (Y = -4.172 + 0.397????1 + 0.454????2 + 0.288????3 + 0.201????4) dan mampu menjelaskan 54,1% varians dari minat beli konsumen (????2 = 0,541). Uji F (28,621, p < 0,05) menjustifikasi bahwa dilakukannya rebranding berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli. Secara parsial, keempat dimensi rebranding dapat berpengaruh signifikan terhadap minat beli (p < 0,05). Variabel Renaming (????2) terbukti sebagai dimensi paling dominan dengan (? = 0,454). Hal ini membuktikan bahwa transisi menuju branding/visual baru berhasil melekat kuat dalam ingatam konsumen dan menurunkan beban kognitif mereka. Hal ini diikuti oleh Repositioning (? = 0,397), Redesign (? = 0,288), dan Relaunch (? = 0,201). Nilai intersep/konstanta yang bernilai negatif kuat ( ? = -4.172) secara empiris membuktikan bahwa jika Dingo Coffee memilih bersikap pasif, minat beli konsumen akan merosot tajam. Secara manajerial, Dingo Coffee harus mengoptimalkan dilema utilitas ruang akibat pembaruan tata letak servicescape industrial-minimalis yang kini menjadi lebih luas dan estetis. Mengingat profil demografi didominasi oleh mahasiswa dan Gen Z (72%), manajemen disarankan menerapkan zonasi ruang dengan menyeimbangkan area dengan perputaran konsumen tinggi (high-turnover) yang dilengkapi meja komunal serta stopkontak melimpah serta menjalankan kampanye pemasaran berbasis narasi digital yang konsisten demi mempertahankan proposisi nilai premium yang baru.