digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Atsariyyah Husna [27125072]
PUBLIC Open In Flipbook Noor Pujiati.,S.Sos

Kemampuan sustained attention merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan kognitif anak usia dini karena berperan dalam membantu anak mempertahankan perhatian selama menyelesaikan aktivitas belajar. Salah satu faktor lingkungan yang diduga memengaruhi kemampuan tersebut adalah pengaturan tempat duduk (seating arrangement) di ruang kelas. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pengaruh pengaturan tempat duduk terhadap pola sustained attention anak usia 4–5 tahun serta membandingkan pola sustained attention pada group seating dan individual seating. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed method dengan metode behavioral mapping. Penelitian dilakukan di TK Bunda Ganesha Bandung dengan melibatkan 14 anak usia 4–5 tahun. Setiap anak diamati pada dua kondisi pengaturan tempat duduk saat menyusun puzzle. Data yang dikumpulkan meliputi durasi aktivitas, frekuensi distraksi, tingkat penyelesaian puzzle, dan pola perilaku anak selama kegiatan. Analisis data dilakukan secara statistik deskriptif komparatif, divisualisasikan melalui behavioral mapping, kemudian diuji menggunakan Mann– Whitney U Test dan Fisher's Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada durasi aktivitas antara individual seating dan group seating, di mana anak pada kondisi individual seating menunjukkan durasi aktivitas yang lebih lama. Sementara itu, frekuensi distraksi dan tingkat penyelesaian puzzle tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan (p > 0,05). Hasil observasi juga menunjukkan adanya variasi perilaku sustained attention antarresponden, serta bahwa sebagian besar anak mampu kembali memusatkan perhatian setelah mengalami distraksi. Temuan ini menunjukkan bahwa pengaturan tempat duduk merupakan salah satu faktor yang memengaruhi sustained attention, namun bukan satu-satunya faktor yang menentukan kemampuan anak dalam mempertahankan perhatian selama aktivitas belajar.