Kemampuan sustained attention merupakan salah satu aspek penting dalam
perkembangan kognitif anak usia dini karena berperan dalam membantu anak
mempertahankan perhatian selama menyelesaikan aktivitas belajar. Salah satu
faktor lingkungan yang diduga memengaruhi kemampuan tersebut adalah
pengaturan tempat duduk (seating arrangement) di ruang kelas. Penelitian ini
bertujuan mengidentifikasi pengaruh pengaturan tempat duduk terhadap pola
sustained attention anak usia 4–5 tahun serta membandingkan pola sustained
attention pada group seating dan individual seating.
Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed method dengan metode behavioral
mapping. Penelitian dilakukan di TK Bunda Ganesha Bandung dengan melibatkan
14 anak usia 4–5 tahun. Setiap anak diamati pada dua kondisi pengaturan tempat
duduk saat menyusun puzzle. Data yang dikumpulkan meliputi durasi aktivitas,
frekuensi distraksi, tingkat penyelesaian puzzle, dan pola perilaku anak selama
kegiatan. Analisis data dilakukan secara statistik deskriptif komparatif,
divisualisasikan melalui behavioral mapping, kemudian diuji menggunakan Mann–
Whitney U Test dan Fisher's Exact Test.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada
durasi aktivitas antara individual seating dan group seating, di mana anak pada
kondisi individual seating menunjukkan durasi aktivitas yang lebih lama.
Sementara itu, frekuensi distraksi dan tingkat penyelesaian puzzle tidak
menunjukkan perbedaan yang signifikan (p > 0,05). Hasil observasi juga
menunjukkan adanya variasi perilaku sustained attention antarresponden, serta
bahwa sebagian besar anak mampu kembali memusatkan perhatian setelah
mengalami distraksi. Temuan ini menunjukkan bahwa pengaturan tempat duduk
merupakan salah satu faktor yang memengaruhi sustained attention, namun bukan
satu-satunya faktor yang menentukan kemampuan anak dalam mempertahankan
perhatian selama aktivitas belajar.
Perpustakaan Digital ITB