digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800


COVER Thalia Christy Manulang
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 1 Thalia Christy Manulang
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 2 Thalia Christy Manulang
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 3 Thalia Christy Manulang
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 4 Thalia Christy Manulang
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 5 Thalia Christy Manulang
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 6 Thalia Christy Manulang
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

PUSTAKA Thalia Christy Manulang
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

LAMPIRAN Thalia Christy Manulang
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

Beras merupakan komoditas pangan strategis di Indonesia dengan tingkat konsumsi yang sangat tinggi dan peran penting dalam menjaga stabilitas pasokan antarwilayah. Meskipun produksi nasional secara agregat mencukupi, ketidakseimbangan spasial antara wilayah surplus dan defisit menyebabkan kebutuhan distribusi lintas wilayah yang intensif. Permasalahan utama dalam sistem distribusi beras nasional adalah tingginya biaya logistik yang mencapai sekitar 31% dari margin perdagangan dan pengangkutan (MPP), yang sebagian besar dipicu oleh dominasi moda transportasi darat jarak jauh serta belum optimalnya pemanfaatan sistem transportasi multimoda. Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan nilai dalam rantai nilai beras nasional dengan efisiensi distribusi melalui pengembangan model transportasi multimoda berbasis Mixed Integer Linear Programming (MILP). Model dirancang untuk meminimalkan total biaya logistik sebagai indikator efisiensi distribusi dengan mengintegrasikan keputusan pemilihan moda, penentuan rute, alokasi pasokan antarprovinsi, transshipment, serta penanganan persediaan dalam satu kerangka optimasi. Struktur biaya logistik mengacu pada kerangka ongkos logistik nasional Saragih (2011) dan jaringan multimoda dari Indriastiwi dkk. (2023), yang disesuaikan dengan karakteristik distribusi beras Indonesia. Analisis dilakukan dalam horizon multi-periode menggunakan pendekatan Net Present Value (NPV) untuk menangkap dinamika distribusi dalam jangka menengah, serta divalidasi melalui perbandingan dengan data MPP nasional. Hasil optimasi menunjukkan bahwa konfigurasi distribusi multimoda yang diusulkan mampu meningkatkan efisiensi sistem distribusi secara signifikan. Total biaya logistik menurun sebesar Rp384/kg atau sekitar 43,87% dibandingkan kondisi eksisting, dengan penghematan terbesar berasal dari komponen biaya transportasi. Selain itu, pola aliran distribusi antarprovinsi mengalami rasionalisasi melalui pengurangan jumlah rute lintas wilayah, konsolidasi pasokan dari provinsi terdekat, serta pengurangan ketergantungan pada rute lintas pulau jarak jauh. Temuan ini menegaskan bahwa pengembangan dan pemanfaatan sistem transportasi multimoda berpotensi menjadi instrumen kunci dalam menurunkan biaya dan meningkatkan efisiensi distribusi beras nasional.