Perawatan tradisional Jawa merupakan ruang pengalaman yang dibentuk oleh relasi
antara sejarah, tradisi, tubuh, indera, emosi, dan makna tempat. Nurkadhatyan Spa
di lingkungan Pesanggrahan Ambarrukmo, Yogyakarta, memiliki posisi penting
karena berada dalam situs sejarah berusia sekitar 200 tahun yang terkait dengan
tradisi Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Konteks tersebut menjadikan
pengalaman spa tidak hanya berlangsung sebagai layanan perawatan tubuh
kontemporer, tetapi juga sebagai pengalaman dalam lanskap warisan budaya yang
memuat jejak tradisi perawatan tubuh perempuan Jawa. Penelitian ini
menempatkan tradisi perawatan tubuh di Keputren sebagai landasan historis,
kultural, dan konseptual untuk membaca praktik Ngadi Saliro yang diadaptasi di
Nurkadhatyan Spa.
Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi aspek pembentuk intimasi dalam tradisi
perawatan tubuh Ngadi Saliro, menganalisis bagaimana adaptasi tradisi Keputren
pada setting spasial dan sosial-kultural Nurkadhatyan Spa membentuk pengalaman
perempuan, serta merumuskan model intimasi ruang dalam konteks pembentukan
sense of place. Dalam penelitian ini, sense of place dipahami sebagai luaran
pengalaman, sedangkan intimasi ruang diposisikan sebagai mediator yang
menghubungkan setting ruang, layanan, tubuh, pengalaman multisensori,
pengalaman afektif, narasi budaya, dan pemaknaan tempat. Intimasi ruang tidak
dipahami semata sebagai kedekatan fisik, tetapi sebagai kondisi afektif-relasional
yang terbentuk melalui privasi, rasa aman, kepercayaan, kontrol atau agency,
personalisasi, embodied care, dan pengendapan pengalaman.
Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi melalui studi literatur,
observasi, dokumentasi, pembacaan artefak, serta wawancara mendalam terhadap
30 partisipan perempuan setelah menjalani rangkaian perawatan di Nurkadhatyan
Spa. Analisis dilakukan melalui pembacaan tematik-relasional terhadap alur
pengalaman berfase, mulai dari kedatangan, perpindahan pertama, perawatan,
perpindahan kedua, hingga relaksasi atau penutup. Pembacaan ini diperkuat dengan
Associative Conceptual Network Analysis (ACNA) untuk menelusuri jaringan
asosiasi kata, impresi dominan, dan kedalaman kognitif pengalaman partisipan.
Dengan demikian, pengalaman spa dibaca tidak hanya sebagai narasi verbal, tetapi
juga sebagai struktur asosiasi antara unsur sensorik, afektif, tubuh, memori, dan
makna.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa intimasi ruang dalam spa tradisional Jawa
dibentuk oleh empat aspek utama, yaitu aspek spasial, aspek sosial-kultural, aspek
aktivitas ritual dan proksimitas, serta aspek makna privat, kultural, dan pemulihan
diri. Tradisi Keputren berperan sebagai fondasi historis yang memperlihatkan
pentingnya ruang perempuan yang privat, relasi sosial yang mengasuh, praktik
perawatan tubuh yang holistik, serta makna perawatan sebagai bagian dari
pembentukan diri perempuan. Dalam adaptasinya di Nurkadhatyan Spa, nilai-nilai
tersebut diterjemahkan melalui atmosfer Jawa-Keraton, tata ruang, material, aroma,
suara, taman, minuman, sentuhan, suhu, posisi tubuh, alur layanan, privasi, dan
interaksi terapis yang dibingkai oleh etika unggah-ungguh.
Temuan utama penelitian menegaskan bahwa sense of place pada spa tradisional
Jawa tidak terbentuk secara langsung dari estetika budaya, elemen interior, atau
simbol Keraton semata, melainkan melalui proses intimasi ruang yang berfase,
embodied, multisensori, afektif, naratif, dan relasional. Dimensi sense of place
paling dominan muncul melalui dependence dan attachment, sementara continuity
hadir melalui jejak memori sensorik, dan identity muncul secara selektif ketika
pengalaman dipersonalisasi sebagai rasa dimanjakan, berkelas, atau terhubung
dengan citra perempuan Keraton. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan
kajian sense of place dengan menempatkan intimasi ruang sebagai mediator utama
antara setting ruang dan pemaknaan tempat, serta memberikan implikasi bagi
perancangan interior dan pengelolaan spa tradisional Jawa yang peka terhadap
kebutuhan psikologis, sensorik, tubuh, dan kultural perempuan.
Perpustakaan Digital ITB