ABSTRAK Ahmad Fawwaz Fahmi
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 1 Ahmad Fawwaz Fahmi
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 2 Ahmad Fawwaz Fahmi
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 3 Ahmad Fawwaz Fahmi
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 4 Ahmad Fawwaz Fahmi
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 5 Ahmad Fawwaz Fahmi
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 6 Ahmad Fawwaz Fahmi
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
PUSTAKA Ahmad Fawwaz Fahmi
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
LAMPIRAN Ahmad Fawwaz Fahmi
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Kawasan permukiman di RW 004 Kelurahan Kampung Melayu merupakan salah
satu wilayah di Jakarta Timur yang memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap
bencana banjir akibat kedekatannya dengan Sungai Ciliwung, tingginya kepadatan
penduduk, serta terbatasnya ruang terbuka hijau. Kondisi tersebut diperparah oleh
menurunnya daya resap tanah dan belum optimalnya sistem pengelolaan air
perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan panduan perancangan
kawasan permukiman berbasis konsep Water Sensitive Urban Design (WSUD)
sebagai pendekatan adaptif dalam mengurangi risiko banjir sekaligus
meningkatkan kualitas lingkungan kawasan. Metode yang digunakan dalam
penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus, yang didukung oleh
observasi lapangan, survei persepsi dan preferensi masyarakat, studi literatur, serta
metode benchmarking terhadap preseden penerapan WSUD. Analisis dilakukan
melalui identifikasi kondisi eksisting, analisis persepsi dan preferensi masyarakat,
serta gap analysis untuk membandingkan kondisi aktual dengan kondisi ideal
berbasis prinsip WSUD.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan WSUD di kawasan studi dapat
diarahkan melalui pengembangan komponen perancangan yang mencakup
bangunan adaptif terhadap banjir, sistem jaringan jalan dengan perkerasan berpori,
optimalisasi ruang terbuka hijau sebagai elemen resapan dan retensi, serta
penguatan fungsi sempadan sungai sebagai koridor biru-hijau yang multifungsi.
Selain itu, integrasi sistem drainase alami, pemanfaatan air hujan, serta
peningkatan konektivitas jalur evakuasi menjadi aspek penting dalam mendukung
ketahanan kawasan terhadap banjir. Penelitian ini menghasilkan panduan
perancangan yang bersifat kontekstual dan aplikatif pada skala permukiman padat
di kawasan rawan banjir perkotaan. Temuan ini diharapkan dapat memberikan
kontribusi dalam pengembangan konsep perancangan berbasis siklus air serta
menjadi referensi bagi perencanaan kawasan yang lebih berkelanjutan, resilien,
dan adaptif terhadap perubahan iklim.
Perpustakaan Digital ITB