ABSTRAK Annisa Edi Setiyani
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 1 Annisa Edi Setiyani
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 2 Annisa Edi Setiyani
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 3 Annisa Edi Setiyani
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 4 Annisa Edi Setiyani
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 5 Annisa Edi Setiyani
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 6 Annisa Edi Setiyani
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 7 Annisa Edi Setiyani
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
PUSTAKA Annisa Edi Setiyani
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
LAMPIRAN Annisa Edi Setiyani
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penurunan drastis jumlah unit usaha pengrajin
di Sentra Industri Sepatu dan Olahan Kulit Cibaduyut dari 844 unit pada tahun 2014
menjadi 205 unit pada tahun 2025, yang mengindikasikan terjadinya pelemahan
basis produksi dan pergeseran fungsi kawasan. Fenomena ini cenderung dipahami
sebagai dampak mekanisme pasar, terutama akibat masuknya produk impor murah.
Namun, penelitian ini mengajukan argumen bahwa transformasi Cibaduyut tidak
semata-mata dipicu oleh dinamika pasar, melainkan merupakan bagian dari proses
gentrifikasi komersial yang didorong secara struktural oleh kebijakan publik.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran kebijakan dalam mendorong
gentrifikasi komersial serta menjelaskan bagaimana relasi aktor dan konfigurasi
kekuasaan membentuk restrukturisasi ruang dan ekonomi kawasan. Pendekatan
yang digunakan adalah kualitatif melalui analisis kronologi kebijakan, analisis
hierarki untuk memetakan relasi kebijakan langsung dan tidak langsung, serta
analisis argumen untuk menguji hubungan kausal antara kebijakan dan transformasi
kawasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gentrifikasi komersial di Cibaduyut
terkonfirmasi dan bersifat dominan state-led, dipicu oleh intensifikasi
pembangunan, agenda peremajaan kawasan, penguatan industri kreatif, serta
kebijakan tata ruang yang mendorong komersialisasi dan peningkatan nilai lahan.
Transformasi ini mencerminkan pergeseran dari sentra produksi berbasis komunitas
menjadi kawasan perdagangan dan jasa.
Perpustakaan Digital ITB