ABSTRAK Ghaisani Farzana Itqan
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 1 Ghaisani Farzana Itqan
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 2 Ghaisani Farzana Itqan
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 3 Ghaisani Farzana Itqan
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 4 Ghaisani Farzana Itqan
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 5 Ghaisani Farzana Itqan
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 6 Ghaisani Farzana Itqan
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
PUSTAKA Ghaisani Farzana Itqan
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
LAMPIRAN Ghaisani Farzana Itqan
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika menyebabkan
sebagian masyarakat Desa Kuta harus direlokasi akibat kebutuhan lahan untuk
pembangunan infrastruktur kawasan. Relokasi tersebut tidak hanya berkaitan
dengan pemindahan hunian masyarakat secara fisik, tetapi juga perubahan sistem
penghidupan masyarakat yang telah dibangun sebelumnya. Perubahan tersebut
menuntut kemampuan adaptasi masyarakat untuk menyesuaikan diri menghadapi
kondisi lingkungan baru dalam mempertahankan keberlanjutan penghidupan.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kapasitas adaptif rumah tangga
masyarakat Desa Kuta pascarelokasi akibat pembangunan KEK Mandalika.
Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed-method melalui penyebaran
kuesioner, wawancara, observasi lapangan, dan studi literatur. Analisis kapasitas
rumah tangga dilakukan menggunakan metode Household Adaptive Capacity
(HAC) yang mengukur kapasitas adaptif masyarakat melalui dimensi kesadaran
(awareness), kemampuan (ability), dan tindakan (action) sebagai proses adaptasi
rumah tangga dalam menghadapi perubahan kondisi penghidupan pascarelokasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas adaptif rumah tangga masyarakat
pascarelokasi berada pada tahap berkembang dengan memperoleh nilai indeks 0,43
(kategori sedang). Kondisi tersebut menunjukkan bahwa masyarakat mulai
menyesuaikan diri terhadap perubahan penghidupan pascarelokasi. Meskipun
demikian, stabilitas penghidupan masyarakat masih berada dalam proses
penyesuaian membangun strategi penghidupan baru yang masih relatif terbatas
dilakukan oleh rumah tangga. Temuan penelitian menunjukkan bahwa
perkembangan kawasan pariwisata KEK Mandalika telah membuka peluang
ekonomi baru bagi masyarakat relokasi, namun pemanfaatan peluang tersebut
masih belum optimal akibat keterbatasan keterampilan dan pengalaman kerja. Oleh
karena itu, keberhasilan relokasi tidak hanya ditentukan oleh penyediaan fisik
hunian, tetapi juga memerlukan penguatan kapasitas adaptif rumah tangga melalui
peningkatan keterampilan dan dukungan berkelanjutan dalam memanfaatkan
peluang ekonomi yang berkembang.
Perpustakaan Digital ITB