digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Ghaisani Farzana Itqan
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 1 Ghaisani Farzana Itqan
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 2 Ghaisani Farzana Itqan
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 3 Ghaisani Farzana Itqan
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 4 Ghaisani Farzana Itqan
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 5 Ghaisani Farzana Itqan
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 6 Ghaisani Farzana Itqan
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

PUSTAKA Ghaisani Farzana Itqan
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

LAMPIRAN Ghaisani Farzana Itqan
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika menyebabkan sebagian masyarakat Desa Kuta harus direlokasi akibat kebutuhan lahan untuk pembangunan infrastruktur kawasan. Relokasi tersebut tidak hanya berkaitan dengan pemindahan hunian masyarakat secara fisik, tetapi juga perubahan sistem penghidupan masyarakat yang telah dibangun sebelumnya. Perubahan tersebut menuntut kemampuan adaptasi masyarakat untuk menyesuaikan diri menghadapi kondisi lingkungan baru dalam mempertahankan keberlanjutan penghidupan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kapasitas adaptif rumah tangga masyarakat Desa Kuta pascarelokasi akibat pembangunan KEK Mandalika. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed-method melalui penyebaran kuesioner, wawancara, observasi lapangan, dan studi literatur. Analisis kapasitas rumah tangga dilakukan menggunakan metode Household Adaptive Capacity (HAC) yang mengukur kapasitas adaptif masyarakat melalui dimensi kesadaran (awareness), kemampuan (ability), dan tindakan (action) sebagai proses adaptasi rumah tangga dalam menghadapi perubahan kondisi penghidupan pascarelokasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas adaptif rumah tangga masyarakat pascarelokasi berada pada tahap berkembang dengan memperoleh nilai indeks 0,43 (kategori sedang). Kondisi tersebut menunjukkan bahwa masyarakat mulai menyesuaikan diri terhadap perubahan penghidupan pascarelokasi. Meskipun demikian, stabilitas penghidupan masyarakat masih berada dalam proses penyesuaian membangun strategi penghidupan baru yang masih relatif terbatas dilakukan oleh rumah tangga. Temuan penelitian menunjukkan bahwa perkembangan kawasan pariwisata KEK Mandalika telah membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat relokasi, namun pemanfaatan peluang tersebut masih belum optimal akibat keterbatasan keterampilan dan pengalaman kerja. Oleh karena itu, keberhasilan relokasi tidak hanya ditentukan oleh penyediaan fisik hunian, tetapi juga memerlukan penguatan kapasitas adaptif rumah tangga melalui peningkatan keterampilan dan dukungan berkelanjutan dalam memanfaatkan peluang ekonomi yang berkembang.