ABSTRAK Naifathaya Calistareta V
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 1 Naifathaya Calistareta V
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 2 Naifathaya Calistareta V
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 3 Naifathaya Calistareta V
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 4 Naifathaya Calistareta V
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 5 Naifathaya Calistareta V
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 6 Naifathaya Calistareta V
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
PUSTAKA Naifathaya Calistareta V
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
LAMPIRAN Naifathaya Calistareta V
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Kabupaten Karawang dikenal sebagai salah satu pusat kawasan industri terbesar di
Indonesia dengan keterhubungan yang kuat terhadap jaringan industri berskala internasional.
Seiring dengan berkembangnya basis industri tersebut, muncul bentuk aktivitas ekonomi
baru berupa pertumbuhan kawasan luxury outlet yang menandai dinamika baru dalam
struktur ekonomi wilayah Kabupaten Karawang. Fenomena ini menarik untuk dikaji karena
menunjukkan adanya dinamika interaksi antaraktor yang berpotensi merefleksikan praktik
urban entrepreneurialism. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi interaksi
antaraktor dan dinamika yang mendukung tumbuhnya kawasan luxury outlet di Kabupaten
Karawang, serta (2) menganalisis karakteristik kunci fenomena urban entrepreneurialism
yang muncul dalam proses tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif
dengan metode analisis tematik melalui analisis dokumen, wawancara dengan pemangku
kepentingan, serta analisis terhadap kebijakan dan perkembangan wilayah. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa pertumbuhan kawasan luxury outlet dipengaruhi oleh tiga dinamika
utama, yaitu efek lanjutan perkembangan wilayah berbasis industri, konektivitas
infrastruktur antarwilayah, dan kepastian regulasi melalui mekanisme perizinan formal
sebagai strategic instrument interaksi. Interaksi antaraktor yang terjadi bersifat tidak
langsung dan cenderung terfragmentasi, di mana peran pemerintah daerah bersifat normatifadministratif. Sementara itu, sinyal utama investasi lebih banyak berasal dari intervensi
pemerintah pusat melalui pembangunan kawasan industri dan infrastruktur strategis
antarwilayah. Meskipun kondisi-kondisi tersebut menandakan fenomena urban
entrepreneurialism dan bentuk diversifikasi ekonomi wilayah, ditemukan bahwa pemerintah
daerah belum merespons dinamika ini secara strategis. Berdasarkan analisis terhadap
karakteristik urban entrepreneurialism, dinamika yang terjadi di Kabupaten Karawang
menunjukkan manifestasi parsial dari tipe fenomena urban diplomacy. Meskipun beberapa
strategi urban entrepreneurialism telah terbentuk atau memiliki modal untuk berkembang,
perbedaan kepentingan antaraktor menyebabkan arah pengembangan wilayah belum
terkoordinasi sehingga dampak ekonomi yang dihasilkan masih terfragmentasi.
Perpustakaan Digital ITB