Industri farmasi merupakan salah satu kontributor yang menyebabkan adanya pelepasan
bahan aktif farmasi di lingkungan. Keberadaan bahan aktif farmasi di lingkungan
tergolong sebagai emerging contaminant karena memiliki potensi pencemaran
lingkungan yang besar dan dicurigai memiliki dampak kesehatan terhadap manusia,
namun belum dilakukan monitoring secara rutin. Diketahui, bahwa saat ini bahan aktif
Parasetamol telah terdeteksi di efluen air limbah, air permukaan, air sumur, dan air
minum. Paparan bahan aktif Parasetamol memiliki dampak terhadap hewan akuatik
seperti Daphnia magna, dimana paparan sub-kronik mampu menurunkan perilaku
berenang. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan konsentrasi air limbah
yang mengandung Parasetamol terhadap Daphnia magna. Penelitian ini dilakukan di
industri farmasi yang menggunakan bahan aktif Parasetamol, dengan menggunakan
desain penelitian ekologi eksperimental. Diketahui bahwa industri A memiliki nilai
LC50-96 jam (19,5%), yang lebih besar dibandingkan industri B sebesar 12,1%, sehingga
menyebabkan industri B memiliki potensi keracunan akut lebih besar. Selain itu, industri
A memiliki panjang lintasan renang lebih pendek (12 cm) dibandingkan dengan industri
B (21,5 cm), dimana penurunan lintasan renang pada efluen industri B dimulai lebih awal
yaitu pada konsentrasi >12,5%, jika dibandingkan dengan industri A yaitu pada
konsentrasi >30%.
Perpustakaan Digital ITB