digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak
PUBLIC Open In Flipbook Nugi Nugraha

Industri farmasi merupakan salah satu kontributor yang menyebabkan adanya pelepasan bahan aktif farmasi di lingkungan. Keberadaan bahan aktif farmasi di lingkungan tergolong sebagai emerging contaminant karena memiliki potensi pencemaran lingkungan yang besar dan dicurigai memiliki dampak kesehatan terhadap manusia, namun belum dilakukan monitoring secara rutin. Diketahui, bahwa saat ini bahan aktif Parasetamol telah terdeteksi di efluen air limbah, air permukaan, air sumur, dan air minum. Paparan bahan aktif Parasetamol memiliki dampak terhadap hewan akuatik seperti Daphnia magna, dimana paparan sub-kronik mampu menurunkan perilaku berenang. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan konsentrasi air limbah yang mengandung Parasetamol terhadap Daphnia magna. Penelitian ini dilakukan di industri farmasi yang menggunakan bahan aktif Parasetamol, dengan menggunakan desain penelitian ekologi eksperimental. Diketahui bahwa industri A memiliki nilai LC50-96 jam (19,5%), yang lebih besar dibandingkan industri B sebesar 12,1%, sehingga menyebabkan industri B memiliki potensi keracunan akut lebih besar. Selain itu, industri A memiliki panjang lintasan renang lebih pendek (12 cm) dibandingkan dengan industri B (21,5 cm), dimana penurunan lintasan renang pada efluen industri B dimulai lebih awal yaitu pada konsentrasi >12,5%, jika dibandingkan dengan industri A yaitu pada konsentrasi >30%.