digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800








Daftar Pustaka Fika E Monika 1510906]
Terbatas  Dedi Rosadi
» Gedung UPT Perpustakaan


Minyak dan Gas Bumi merupakan komoditas vital bagi Negara Republik Indonesia. Kegiatan eksploitasi terus dilakukan secara optimal agar diperoleh minyak dan gas bumi yang maksimal. Salah satu teknik peningkatan produksi minyak dan gas bumi dilakukan dengan menggunakan teknik Enhanced Oil Recovery (EOR) dengan metode water flooding. Kegiatan usaha pertambangan minyak dan gas bumi dilakukan pada Wilayah Kerja yang merupakan kesepakatan antara pemerintah dengan Badan Usaha atau Bentuk Usaha Tetap yang melaksanakan kegiatan pertambangan. Wilayah Kerja Pertambangan memiliki ketentuan-ketentuan yang diatur oleh undangundang, salah satunya adalah untuk terbebas dari pemukiman maupun sarana dan prasarana umum. Hal ini dilakukan sebagai bentuk untuk menjamin keselamatan masyarakat sekitar. Lapangan Minyak Kenali Asam, Jambi merupakan kawasan yang padat pemukiman, oleh karena itu diperlukan pembebasan lahan sebelum dilakukan proses eksploitasi. Pembebasan lahan dilakukan dengan mempertimbangkan zoning regulation Lapangan Minyak Kenali Asam dan mempertimbangkan biaya relokasi. Proses pembebasan lahan memerlukan biaya ganti kerugian yang besarnya ditentukan berdasarkan jumlah luas lahan yang dibebaskan. Optimalisasi pembebasan lahan sangat diperlukan untuk menekan biaya ganti kerugian, salah satunya dengan menggunakan metode rotasi zona yang membatasi sumur minyak dan gas bumi yang berada di Lapangan Minyak Kenali Asam. Rotasi geometri zona bahaya dilakukan untuk meminimalisi pertampalan zona bahaya sumur minyak dengan lahan penduduk untuk didapatkan jumlah luas minimum lahan yang perlu dilakukan pembebasan.