digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

PT ABC adalah sebuah perusahaan kontruksi yang memiliki banyak aset non operasional namun tidak dikelola dengan baik sehingga menyebabkan aset tersebut tidak produktif. Adapun berdasarkan data internal perusahaan, dari total valuasi aset non operasional tersebut di masa kini senilai RP 51,777,500,000 perusahaan hanya mampu mendapatkan tambahan pendapatan sebesar Rp 1,610,000,000 per tahun. Hal ini mencerminkan tingkat pengembalian aset (Return on Asset) yang masih rendah yaitu sebesar 3,1% masih jauh dari bawah target strategi perusahaan sebesar >8% dan rata-rata imbal hasil instrumen bebas risiko. Akibat dari kondisi aset yang menganggur dan tidak produktif ini menciptakan biaya peluang opportunity cost yang signifikan, yang seharusnya dapat membantu perusahaan inti untuk mengurangi tingginya nilai Break Even Point (BEP) karena ketidakpastian penjualan yang berhubungan kuat dengan makro ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kategori aset mana saja yang tidak produktif, merumuskan skenario yang terbaik yang bisa dilakukan, dan mengukur dampak strategi tersebut terhadap peningkatan kinerja keuangan perusahaan terutama Return on Asset (ROA). Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran (mixed-methods), yang menggabungkan penilaian risiko kualitatif dari Focus Group Discussion dengan pemodelan keuangan kuantitatif. Decision Tree Analysis diterapkan sebagai instrumen utama untuk menghitung Expected Monetary Value (EMV) dari semua kemungkinan skenario yang diputuskan. Melalui simulasi model Decision Tree yang dilakukan, disimpulkan beberapa portofolio yang dapat management pilih, baik itu scenario aggressive, defensive, optimal. Adapun scenario terbaik yang dipilih oleh management yaitu scenario optimal dan dapat meningkatkan pendapatan tahunan agregat menjadi Rp ~12,120,000,000 dan mencapai agregat ROA sebesar ~10.60% dengan eksekusi secara bertahap berdasarkan prioritas.