Desa Cijambu di Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat memiliki
potensi pengembangan desa wisata yang dapat diarahkan untuk memperkuat
perekonomian masyarakat dengan memanfaatkan sumber daya lokal.
Pengembangan desa wisata menjadi salah satu upaya untuk mengoptimalkan
sumber daya lokal melalui kegiatan ekonomi dan wisata yang melibatkan
masyarakat. Salah satu potensi tersebut adalah produk lokal desa yaitu bedog yang
dihasilkan melalui keterampilan pandai besi tradisional di Desa Cijambu. Bedog
telah menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat melalui kegiatan produksi,
pemasaran, hingga penggunaan produk yang berlangsung secara turun temurun.
Kondisi tersebut menghasilkan bedog memiliki nilai historis, budaya, ekonomi, dan
identitas lokal yang berpotensi dikembangkan sebagai bagian dari Desa Wisata di
Desa Cijambu. Kegiatan poduksi dan pemasaran bedog di Desa Cijambu masih
berorientasi pada pemenuhan permintaan pasar sehingga belum berhasil
memberikan nilai tambah pada bedog yang belum terintegrasi dengan potensi
pengembangan Desa Wisata di Desa Cijambu. Kondisi tersebut menunjukkan
kebutuhan pengembangan bedog yang mampu mengoptimalkan potensi dan
karakteristik wilayah Desa Cijambu sebagai pendukung pengembangan Desa
Wisata untuk memperkuat perekonomian masyarakat Desa Cijambu.
Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif
kualitatif dan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi,
dokumentasi, dan studi literatur. Wawancara dilakukan dengan pengrajin,
pengepul, perangkat desa, dan Pokdarwis yang merupakan aktor-aktor yang terlibat
langsung terhadap bedog dan pengembangan desa wisata di Desa Cijambu. Analisis
value chain dilakukan untuk mengidentifikasi potensi dan permasalahan pada
keseluruhan proses bedog dimulai dari proses pengadaan bahan baku hingga
pemasaran. Potensi dan permasalahan tersebut diintegrasikan dengan lima
komponen desa wisata yaitu attraction, activities, amenity, accessibility, dan
ancillary menggunakan analisis lingkages. Bentuk integrasi antara bedog dengan
pengembangan desa wisata di Desa Cijambu akan dioptimalkan dengan arahan dan
strategi melalui model yang dihasilkan melalui analisis value chain upgrading.
Pendekatan tersebut menghasilkan pengembangan bedog menjadi lebih terarahii
yang mempertimbangkan karakteristik, sumber daya lokal, dan mendukung
pengembangan desa wisata di Desa Cijambu.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa bedog memiliki potensi sebagai representasi
identitas dari Desa Cijambu. Potensi tersebut merupakan nilai sejarah dan budaya
yang dimiiliki bedog melalui proses produksi autentik secara manual yang
diwariskan secara turun-temurun dan pemanfaatan sumber daya lokal sebagai
bahan baku produk. Integrasi potensi dan permasalahan bedog dengan desa wisata
menunjukkan peluang pengembangan bedog sebagai atraksi wisata edukasi budaya
yang menciptakan aktivitas wisata melalui demontrasi proses produksi. Temuan
tersebut menjadi dasar penyusunan model pengembangan bedog yang
menempatkan kegiatan wisata sebagai penghubung antara sistem produksi,
pemasaran, dan kelembagaan. Process upgrading diarahkan pada pembentukan
kelembagaan yang berfungsi sebagai pemegang arah pengembangan bedog yang
terdiri dari pengrajin, pengepul, BUMDes, Pokdarwis, dan koperasi. Kelembagaan
tersebut akan menjadi aktor utama dalam menentukan product upgrading yang
mengarah kepada peningkatan kualitas produk melalui penguatan identitas,
standarisasi, pengemasan, dan optimalisasi nilai tambah produk. Peningkatan nilai
produk melalui functional upgrading diarahkan pada diversifikasi fungsi produk
sebagai media edukasi, atraksi, dan suvenir yang memberikan pengalaman wisata
di Desa Cijambu. Pemasaran bedog akan dikembangkan dengan inter-sectoral
upgrading yang diarahkan melalui integrasi bedog dalam sistem desa wisata yang
menghasilkan bedog sebagai salah satu daya tarik wisata di Desa Cijambu. Model
pengembangan bedog dari hasil penelitian memberikan kontribusi bagi
pengembangan wilayah berbasis potensi lokal dengan memperkuat relasi antara
kegiatan ekonomi masyarakat, pelestarian budaya keterampilan tradisional, dan
pengembangan desa wisata yang terintegrasi secara berkelanjutan untuk
memperkuat identitas desa wisata di Desa Cijambu.
Perpustakaan Digital ITB