digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Desa Cijambu di Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat memiliki potensi pengembangan desa wisata yang dapat diarahkan untuk memperkuat perekonomian masyarakat dengan memanfaatkan sumber daya lokal. Pengembangan desa wisata menjadi salah satu upaya untuk mengoptimalkan sumber daya lokal melalui kegiatan ekonomi dan wisata yang melibatkan masyarakat. Salah satu potensi tersebut adalah produk lokal desa yaitu bedog yang dihasilkan melalui keterampilan pandai besi tradisional di Desa Cijambu. Bedog telah menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat melalui kegiatan produksi, pemasaran, hingga penggunaan produk yang berlangsung secara turun temurun. Kondisi tersebut menghasilkan bedog memiliki nilai historis, budaya, ekonomi, dan identitas lokal yang berpotensi dikembangkan sebagai bagian dari Desa Wisata di Desa Cijambu. Kegiatan poduksi dan pemasaran bedog di Desa Cijambu masih berorientasi pada pemenuhan permintaan pasar sehingga belum berhasil memberikan nilai tambah pada bedog yang belum terintegrasi dengan potensi pengembangan Desa Wisata di Desa Cijambu. Kondisi tersebut menunjukkan kebutuhan pengembangan bedog yang mampu mengoptimalkan potensi dan karakteristik wilayah Desa Cijambu sebagai pendukung pengembangan Desa Wisata untuk memperkuat perekonomian masyarakat Desa Cijambu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif dan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi literatur. Wawancara dilakukan dengan pengrajin, pengepul, perangkat desa, dan Pokdarwis yang merupakan aktor-aktor yang terlibat langsung terhadap bedog dan pengembangan desa wisata di Desa Cijambu. Analisis value chain dilakukan untuk mengidentifikasi potensi dan permasalahan pada keseluruhan proses bedog dimulai dari proses pengadaan bahan baku hingga pemasaran. Potensi dan permasalahan tersebut diintegrasikan dengan lima komponen desa wisata yaitu attraction, activities, amenity, accessibility, dan ancillary menggunakan analisis lingkages. Bentuk integrasi antara bedog dengan pengembangan desa wisata di Desa Cijambu akan dioptimalkan dengan arahan dan strategi melalui model yang dihasilkan melalui analisis value chain upgrading. Pendekatan tersebut menghasilkan pengembangan bedog menjadi lebih terarahii yang mempertimbangkan karakteristik, sumber daya lokal, dan mendukung pengembangan desa wisata di Desa Cijambu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bedog memiliki potensi sebagai representasi identitas dari Desa Cijambu. Potensi tersebut merupakan nilai sejarah dan budaya yang dimiiliki bedog melalui proses produksi autentik secara manual yang diwariskan secara turun-temurun dan pemanfaatan sumber daya lokal sebagai bahan baku produk. Integrasi potensi dan permasalahan bedog dengan desa wisata menunjukkan peluang pengembangan bedog sebagai atraksi wisata edukasi budaya yang menciptakan aktivitas wisata melalui demontrasi proses produksi. Temuan tersebut menjadi dasar penyusunan model pengembangan bedog yang menempatkan kegiatan wisata sebagai penghubung antara sistem produksi, pemasaran, dan kelembagaan. Process upgrading diarahkan pada pembentukan kelembagaan yang berfungsi sebagai pemegang arah pengembangan bedog yang terdiri dari pengrajin, pengepul, BUMDes, Pokdarwis, dan koperasi. Kelembagaan tersebut akan menjadi aktor utama dalam menentukan product upgrading yang mengarah kepada peningkatan kualitas produk melalui penguatan identitas, standarisasi, pengemasan, dan optimalisasi nilai tambah produk. Peningkatan nilai produk melalui functional upgrading diarahkan pada diversifikasi fungsi produk sebagai media edukasi, atraksi, dan suvenir yang memberikan pengalaman wisata di Desa Cijambu. Pemasaran bedog akan dikembangkan dengan inter-sectoral upgrading yang diarahkan melalui integrasi bedog dalam sistem desa wisata yang menghasilkan bedog sebagai salah satu daya tarik wisata di Desa Cijambu. Model pengembangan bedog dari hasil penelitian memberikan kontribusi bagi pengembangan wilayah berbasis potensi lokal dengan memperkuat relasi antara kegiatan ekonomi masyarakat, pelestarian budaya keterampilan tradisional, dan pengembangan desa wisata yang terintegrasi secara berkelanjutan untuk memperkuat identitas desa wisata di Desa Cijambu.