digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Syifa Maulani
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 1 Syifa Maulani
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 2 Syifa Maulani
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 3 Syifa Maulani
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 4 Syifa Maulani
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 5 Syifa Maulani
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 6 Syifa Maulani
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

PUSTAKA Syifa Maulani
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

LAMPIRAN Syifa Maulani
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

Perkembangan desa wisata tidak selalu diikuti oleh pemerataan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat lokal. Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan merupakan desa wisata dengan jumlah kunjungan wisatawan tertinggi di Kabupaten Kuningan, namun kajian mengenai dampak perkembangan pariwisata berdasarkan tingkat keterlibatan masyarakat masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dampak perkembangan pariwisata terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat Desa Cisantana serta menganalisis hubungan antara tingkat keterlibatan masyarakat dalam aktivitas pariwisata dan perubahan kondisi sosial ekonomi yang mereka rasakan. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan dominasi kuantitatif melalui survei terhadap 170 responden yang didukung wawancara mendalam. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, tabulasi silang, uji Chi-square, Cramer's V, dan Kendall's Tau-b. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan pariwisata meningkatkan interaksi sosial, keterampilan masyarakat, peluang usaha dan pekerjaan, serta sumber pendapatan. Namun, manfaat tersebut belum dirasakan secara merata. Tingkat keterlibatan masyarakat berhubungan dengan perubahan kondisi sosial ekonomi yang dirasakan, sedangkan lokasi tempat tinggal berkaitan dengan peluang masyarakat untuk terlibat dalam aktivitas pariwisata. Temuan ini menunjukkan bahwa distribusi manfaat pariwisata berkaitan dengan tingkat keterlibatan masyarakat dan akses terhadap peluang pariwisata.