digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Organisasi sering kali menghadapi tantangan bukan dalam perencanaan strategi, melainkan dalam menerjemahkannya ke dalam eksekusi operasional yang konsisten. Dalam departemen Operasional Penjualan PT LTI, kinerja yang tidak merata, ekspektasi peran yang ambigu, dan penilaian manajerial yang inkonsisten mencerminkan adanya kesenjangan strategi-eksekusi yang persisten. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi kesenjangan tersebut melalui pengembangan kerangka kompetensi yang mendefinisikan standar perilaku dan kapabilitas yang diperlukan untuk eksekusi yang efektif, disertai pendekatan penilaian dan pengembangan kompetensi yang lebih objektif. Penelitian menggunakan desain kualitatif melalui wawancara mendalam dengan pimpinan, karyawan aktif, dan mantan anggota tim. Perancangan kerangka mengintegrasikan pendekatan identifikasi kompetensi top-down berdasarkan McClelland (1973), Lucia dan Lepsinger (1999), serta Dessler (2012), dengan prinsip penambatan perilaku dari Spencer dan Spencer (1993), menghasilkan metodologi hibrida yang sesuai dengan konteks organisasi. Melalui analisis tematik, penelitian ini mengidentifikasi sebelas kompetensi kritis dan menerjemahkannya ke dalam indikator perilaku yang terukur melalui Behaviorally Anchored Rating Scale (BARS) Development Matrix. Kerangka ini diujicobakan kepada 116 karyawan Operasional Penjualan (99 Store Manager dan 17 District Manager) dan divalidasi oleh pimpinan senior, yang mengonfirmasi kesesuaiannya dengan observasi lapangan serta mendukung urutan implementasi yang dimulai dari tingkat Operations Manager. Rencana Pelatihan dan Pengembangan satu tahun, mencakup Rencana Pengembangan Individual untuk Operations Manager dan Rencana Pelatihan Umum untuk seluruh tim, mengoperasionalisasikan temuan ke dalam peta jalan peningkatan kapabilitas yang terstruktur.