Industri logistik dan freight forwarding memiliki peran penting dalam mendukung
aktivitas perdagangan Indonesia, keandalan rantai pasok, dan daya saing bisnis
berbasis pelabuhan. Dalam konteks tersebut, PT Indo Samudera Perkasa (ISP),
perusahaan freight forwarding dan customs brokerage yang berlokasi di
Semarang, sangat bergantung pada ketelitian, kecepatan respons, dan kemampuan
pemecahan masalah karyawannya. Sebagai organisasi jasa dengan struktur yang
ramping, ISP menghadapi tantangan sumber daya manusia yang bersifat praktis,
yaitu keberlanjutan layanan masih sangat bergantung pada karyawan
berpengalaman, koordinasi informal, dan budaya kerja yang bersifat
kekeluargaan. Penelitian ini dilakukan untuk menguji bagaimana keselarasan
antara nilai-nilai pribadi karyawan dan persepsi budaya organisasi berhubungan
dengan motivasi kerja dan kinerja karyawan di PT Indo Samudera Perkasa, serta
untuk mengidentifikasi kondisi organisasi di balik kegagalan operasional
perusahaan yang berulang.
Penelitian ini menggunakan desain mixed methods dengan pendekatan explanatory
sequential. Tahap kuantitatif dilakukan melalui survei sensus terhadap 18
karyawan ISP dengan menggunakan kuesioner terstruktur yang mengukur nilai
pribadi, persepsi budaya organisasi, kesesuaian nilai-budaya, motivasi kerja, dan
kinerja karyawan berdasarkan penilaian diri. Data kuantitatif dianalisis melalui
uji reliabilitas, statistik deskriptif, korelasi Pearson, regresi linear sederhana,
regresi berganda, dan analisis mediasi eksploratif. Tahap kualitatif kemudian
dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur dengan lima informan kunci yang
mewakili fungsi operations, import, finance, dan human resources. Data
wawancara dianalisis menggunakan analisis tematik, dengan pengkodean terbuka,
aksial, dan selektif diterapkan sebagai teknik pengkodean dalam kerangka kerja
tersebut, bukan sebagai desain teori dasar. Karena populasi hanya terdiri dari 18
karyawan, fase kuantitatif diperlakukan sebagai penilaian internal eksploratif dan
bukan sebagai pengujian hubungan sebab-akibat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa karyawan ISP memiliki nilai Conservation
dan Self-Transcendence yang kuat, yang tercermin dalam tanggung jawab,
kedisiplinan, ketelitian, keselamatan, loyalitas, dan kesediaan untuk membantu
rekan kerja. Karyawan juga memersepsikan budaya ISP sebagai budaya yang
kekeluargaan, fleksibel, saling mendukung, dan responsif, meskipun masih
bergantung pada keputusan pimpinan dan koordinasi informal. Secara kuantitatif,
kesesuaian nilai-budaya memiliki hubungan positif dengan motivasi kerja dan
kinerja karyawan, sedangkan motivasi kerja menunjukkan hubungan langsung
yang paling kuat dengan kinerja karyawan. Berdasarkan analisis mediasi
eksploratif, motivasi kerja tampaknya menjelaskan sebagian besar hubungan
antara kesesuaian nilai-budaya dan kinerja karyawan, meskipun jalur tidak
langsung tidak diuji secara formal dan oleh karena itu hasilnya bersifat eksploratif
dan bukan konfirmatif. Temuan kualitatif memperkuat pola tersebut dengan
menunjukkan bahwa karyawan merasa nyaman, dipercaya, dan didukung secara
sosial, sehingga lebih termotivasi untuk mengambil inisiatif, menyelesaikan
masalah operasional, dan menjaga kelancaran layanan.
Namun, penelitian ini juga menemukan beberapa kesenjangan organisasi. Budaya
kekeluargaan di ISP mendukung kenyamanan dan loyalitas, tetapi dapat
melemahkan kedisiplinan dan akuntabilitas formal apabila tidak diimbangi dengan
prosedur tertulis. Permasalahan yang berulang meliputi lemahnya disiplin, belum
adanya SOP tertulis yang jelas, proses administrasi yang masih manual,
keterlambatan dokumen, sanksi yang belum tegas, hambatan koordinasi lintas
fungsi, dan ketergantungan pada tacit knowledge karyawan berpengalaman. Oleh
karena itu, penelitian ini merekomendasikan agar ISP mempertahankan kekuatan
budaya kekeluargaan sambil memperkuat sistem kerja formal melalui SOP tertulis,
checklist praktis, akuntabilitas yang lebih jelas, rutinitas transfer pengetahuan,
mekanisme koordinasi lintas fungsi, dan praktik penghargaan yang adil. Kontribusi
penelitian ini terletak pada integrasi nilai pribadi, budaya organisasi, kesesuaian
nilai-budaya, motivasi, dan kinerja dalam konteks perusahaan jasa logistik kecil di
Indonesia, serta penyusunan rekomendasi praktis untuk meningkatkan kinerja
karyawan tanpa merusak kekuatan budaya yang sudah dimiliki perusahaan.
Perpustakaan Digital ITB