digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Industri kakao menghadapi ketidakstabilan rantai pasok karena petani kesulitan untuk mendapatkan penghidupan yang layak. Studi kualitatif ini meneliti tolak ukur pendapatan hidup layak di Indonesia dengan mengidentifikasi harga minimum yang dapat diterima dan harga ideal bagi petani. Dengan menggunakan metode studi kasus ganda Robert Yin dan Kerangka Penghidupan Berkelanjutan, kami mengamati realitas ekonomi rumah tangga petani di sentra produksi Lampung dan Sulawesi Barat. Analisis lintas kasus menunjukkan bahwa ketika harga kakao turun di bawah ambang batas, petani terpaksa berada dalam mode bertahan hidup. Selanjutnya, tesis ini mengevaluasi melalui lensa bisnis strategis, dengan melihat kesulitan ekonomi petani sebagai kerentanan kritis yang secara langsung berdampak pada stabilitas rantai pasok industri kakao saat ini dan jangka panjang. Model bisnis yang diusulkan memposisikan industri kakao sebagai mentor ekosistem yang menerapkan keahlian agronomi teknis dan peningkatan kapasitas pasca panen secara langsung kepada koperasi lokal dan kelompok tani untuk menstandarisasi kualitas biji kakao. Dengan mengubah koperasi lokal menjadi pusat kualitas yang terpusat dan bernilai tambah, petani dapat secara mandiri memperoleh harga pasar yang lebih tinggi berdasarkan peningkatan kualitas biji kakao. Pendekatan praktis yang didorong oleh tim ahli ini memberikan jalur realistis untuk memenuhi persyaratan kebutuhan hidup layak, meniadakan siklus menunda perawatan kebun, dan mengamankan ketahanan pasokan jangka panjang untuk industri kakao nasional. Studi ini mengidentifikasi bahwa menurut petani kakao Indonesia, Rp 70.000 – 75.000/ Kg biji kakao kering merupakan harga ideal, sedangkan Rp 25.000 - 30.000/ Kg biji kering kakao merupakan harga minimum yang masih diterima untuk mempertahankan produksi. Data dianalisis menggunakan kerangka kerja pencocokan pola dan lingkaran kausal, dengan ambang batas harga yang diperoleh dari median untuk menetralkan outlier ekstrem dan mencerminkan realitas yang sebenarnya.