Mobilisasi alat berat memainkan peran penting dalam operasi pertambangan yang sangat penting dan mahal karena geografi kepulauan Indonesia di mana mesin harus dipindahkan antar pulau (World Bank, 2015; Herliana & Parsons, 2011). Salah satu kontraktor pertambangan, PT. Gali Watu Ireng (nama tersebut merupakan nama samaran karena alasan kerahasiaan) yang telah mengerjakan beberapa proyek di pulau tersebut telah melakukannya melalui penyewaan kapal Landing Craft Tank (LCT) untuk memindahkan ekskavator, truk pengangkut, serta peralatan pendukung lainnya antar berbagai proyek. Praktik saat ini sebagian besar adalah single-origin–single-destination (SOSD) dengan biaya mobilisasi yang tinggi dan pemanfaatan kapal yang rendah, di mana keputusan rute sebagian besar didasarkan pada pengalaman operasional, bukan evaluasi sistematis.
Penelitian ini menyajikan proses pengembangan kerangka kerja pengambilan keputusan yang memungkinkan manajemen untuk mengamati evaluasi dan perbandingan yang transparan dan berbasis data dari strategi pengiriman LCT alternatif: SOSD dan konsolidasi multi-asal - multi-tujuan (MOMD). Ini adalah desain penelitian kasus tunggal yang didominasi kuantitatif, yang menggabungkan pemeriksaan deskriptif indikator kinerja utama (KPI) yang ditentukan oleh catatan perusahaan tentang pengiriman pelayaran (faktor muat, biaya/ton, dan biaya/mil laut) dan nilai bobot kriteria keputusan serta nilai peringkat opsi rute menggunakan Proses Hierarki Analitik (AHP) (Saaty, 1980, 1995) dan analisis tematik dari tanggapan terstruktur para ahli logistik untuk membenarkan masalah bisnis dan kriteria keputusan, serta Analisis Mode Kegagalan dan Dampak (FMEA) dari setiap risiko operasional yang memengaruhi keandalan pengiriman.
Analisis tahun 2025 menunjukkan bahwa terdapat potensi konsolidasi yang sangat besar dengan faktor muat rata-rata di bawah 30% sepanjang periode tersebut. Hasil juga menunjukkan bahwa penghematan biaya tidak terlihat pada pelayaran multi-stop ad hoc dan bahwa diperlukan aturan pengambilan keputusan yang terstruktur dibandingkan dengan campuran jumlah pelayaran yang oportunistik. Sistem berbasis AHP yang dihasilkan dapat membantu manajemen untuk mengevaluasi berbagai pilihan pengiriman secara objektif dan dapat membantu menyelaraskan pilihan rute dengan parameter biaya, pemanfaatan, dan keandalan sedemikian rupa sehingga pilihan logistik yang lebih rasional, terukur, dan bertanggung jawab dapat diperoleh.
Perpustakaan Digital ITB