Pemilihan kontraktor merupakan faktor penting yang menentukan keberhasilan
proyek infrastruktur di industri pertambangan. Namun, proses pemilihan
kontraktor umumnya masih didasarkan pada persyaratan kualifikasi minimum dan
penawaran harga terendah, sehingga belum sepenuhnya mencerminkan
kapabilitas yang dibutuhkan untuk keberhasilan pelaksanaan proyek. Oleh karena
itu, diperlukan suatu pendekatan evaluasi kontraktor yang lebih terstruktur untuk
mendukung pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan,
mengevaluasi, dan mengusulkan implementasi kerangka kerja Hybrid AHP
TOPSIS untuk pemilihan kontraktor proyek infrastruktur di PT XYZ.
Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods yang mengombinasikan
studi literatur, analisis dokumen, wawancara, serta metode Analytic Hierarchy
Process (AHP) dan Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution
(TOPSIS). Sebanyak sebelas responden ahli terlibat dalam penilaian AHP, dan
bobot yang diperoleh digunakan dalam TOPSIS untuk mengevaluasi alternatif
kontraktor pada tiga proyek infrastruktur yang telah selesai. Kerangka kerja yang
diusulkan terdiri atas enam kriteria utama dan sembilan belas subkriteria, yaitu
Technical, Health Safety Environment and Security (HSES), Financial,
Performance History, Local Capability–Participation, dan Commercial. Hasil
AHP menunjukkan bahwa Technical (25,1%) dan HSES (24,9%) merupakan dua
kriteria dengan bobot tertinggi, dengan selisih yang sangat kecil. Temuan ini
menunjukkan bahwa kapabilitas teknis dipandang sebagai prasyarat utama
keberhasilan pelaksanaan proyek, sementara HSES tetap menjadi pertimbangan
yang sama pentingnya dalam pemilihan kontraktor. Kerangka kerja yang diusulkan
menghasilkan peringkat kontraktor yang transparan dan konsisten pada ketiga
studi kasus. Dibandingkan pendekatan yang berorientasi pada kualifikasi minimum
dan harga terendah, kerangka kerja ini menyediakan proses evaluasi yang lebih
komprehensif, transparan, dan dapat ditelusuri, serta tetap sesuai dengan tata
kelola pengadaan PT XYZ. Dengan demikian, kerangka kerja Hybrid AHP-TOPSIS
dapat menjadi alat bantu pengambilan keputusan untuk meningkatkan kualitas
pemilihan kontraktor pada proyek infrastruktur pertambangan.
Perpustakaan Digital ITB