digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Pemilihan kontraktor merupakan faktor penting yang menentukan keberhasilan proyek infrastruktur di industri pertambangan. Namun, proses pemilihan kontraktor umumnya masih didasarkan pada persyaratan kualifikasi minimum dan penawaran harga terendah, sehingga belum sepenuhnya mencerminkan kapabilitas yang dibutuhkan untuk keberhasilan pelaksanaan proyek. Oleh karena itu, diperlukan suatu pendekatan evaluasi kontraktor yang lebih terstruktur untuk mendukung pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan, mengevaluasi, dan mengusulkan implementasi kerangka kerja Hybrid AHP TOPSIS untuk pemilihan kontraktor proyek infrastruktur di PT XYZ. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods yang mengombinasikan studi literatur, analisis dokumen, wawancara, serta metode Analytic Hierarchy Process (AHP) dan Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS). Sebanyak sebelas responden ahli terlibat dalam penilaian AHP, dan bobot yang diperoleh digunakan dalam TOPSIS untuk mengevaluasi alternatif kontraktor pada tiga proyek infrastruktur yang telah selesai. Kerangka kerja yang diusulkan terdiri atas enam kriteria utama dan sembilan belas subkriteria, yaitu Technical, Health Safety Environment and Security (HSES), Financial, Performance History, Local Capability–Participation, dan Commercial. Hasil AHP menunjukkan bahwa Technical (25,1%) dan HSES (24,9%) merupakan dua kriteria dengan bobot tertinggi, dengan selisih yang sangat kecil. Temuan ini menunjukkan bahwa kapabilitas teknis dipandang sebagai prasyarat utama keberhasilan pelaksanaan proyek, sementara HSES tetap menjadi pertimbangan yang sama pentingnya dalam pemilihan kontraktor. Kerangka kerja yang diusulkan menghasilkan peringkat kontraktor yang transparan dan konsisten pada ketiga studi kasus. Dibandingkan pendekatan yang berorientasi pada kualifikasi minimum dan harga terendah, kerangka kerja ini menyediakan proses evaluasi yang lebih komprehensif, transparan, dan dapat ditelusuri, serta tetap sesuai dengan tata kelola pengadaan PT XYZ. Dengan demikian, kerangka kerja Hybrid AHP-TOPSIS dapat menjadi alat bantu pengambilan keputusan untuk meningkatkan kualitas pemilihan kontraktor pada proyek infrastruktur pertambangan.