digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Meningkatnya tingkat polusi udara di Jakarta dan Jawa Barat telah mempercepat kebutuhan akan bahan bakar transportasi yang lebih bersih di Indonesia. Meskipun PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Unit VI Balongan saat ini telah mematuhi standar kualitas produk yang ditetapkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), kilang tersebut menghadapi tekanan regulasi mendatang dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk meningkatkan standar kualitas setara Euro IV dan V. Mulai awal tahun 2027, seluruh produk bensin dan diesel wajib memiliki kandungan sulfur maksimal 50 ppm wt sesuai dengan mandat nasional untuk wilayah Jakarta dan Jawa Barat. Sebagai kilang utama yang memasok kebutuhan kedua wilayah tersebut, RU VI memiliki Nelson Complexity Index (NCI) tertinggi (11,9) di Indonesia; namun, konfigurasi saat ini belum memiliki kapasitas desulfurisasi yang cukup untuk memenuhi ambang batas yang lebih ketat tersebut pada seluruh lini produknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan strategi optimal bagi RU VI Balongan guna mencapai kepatuhan Ultra-Low Sulfur Fuel (ULSF). Pendekatan metode campuran (mixed-method) digunakan dalam studi ini, yang mencakup analisis SWOT dan PESTLE, penilaian celah kapabilitas (gap capability assessment), serta Multi-Criteria Decision Analysis (MCDA) menggunakan metode Analytic Hierarchy Process (AHP). Metode AHP dipilih secara khusus untuk memberikan kerangka kerja yang kuat bagi penilaian profesional (professional/wisdom judgment), yang memungkinkan integrasi pengalaman ahli dan intuisi teknis dari para praktisi industri senior ke dalam model matematika terstruktur. Hal ini memastikan bahwa justifikasi untuk strategi yang dipilih tidak hanya berdasarkan titik data semata, tetapi juga mencerminkan realitas operasional kilang yang ada. Penelitian ini mengevaluasi beberapa jalur strategis, termasuk optimasi crude slate, peningkatan proses, dan kemajuan teknologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Optimasi Operasi, Revamp dan sumber eksternal dari RU lain merupakan alternatif strategi yang paling efektif, karena menawarkan biaya pemrosesan terendah dengan tetap menjaga ketangkasan operasional. Temuan ini menegaskan bahwa penyelarasan antara KLHK, ESDM, BUMN, Danantara, dan Pertamina Holding sangat penting untuk keberhasilan transisi ini. Peta jalan strategis yang terintegrasi ini memastikan RU VI Balongan tidak hanya mencapai kepatuhan regulasi, tetapi juga memperkuat perannya dalam transisi bahan bakar bersih nasional melalui peningkatan kualitas produk, keandalan operasional, dan kinerja lingkungan.