digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Sungai Cikapundung merupakan salah satu anak sungai dalam Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum yang melewati Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat dan Kota Bandung. Sungai ini banyak dimanfaatkan mulai dari sebagai sumber air baku bagi PDAM, irigasi pertanian, hingga tempat pembuangan limbah organik yang berasal dari peternakan sapi. Berdasarkan perhitungan World Health Organization (WHO), peternakan sapi menghasilkan volume limbah cair sebanyak 20,2m3/ekor/tahun, 250 kg Biochemical Oxygen Demand (BOD)/ekor/tahun, dan 80 kg Nitrogen(N)/ekor/tahun. Dari hasil penelitian, BOD yang dihasilkan sebesar 7090 mg/L. Sehingga perlu dilakukan pemanfaat terhadap sumber limbah. Salah sumber limbah organik dari peternakan sapi adalah urine. Urin dapat diolah menjadi pupuk cair karena mengandung Nitrogen, Fosfat dan kalium. Pemanfaatan urine sapi ini bertujuan untuk peningkatan teknologi bersih, dimana limbah yang dihasilkan dimanfaatkan menjadi pupuk sehingga terjadi pengurangan beban pencemar pada sungai Cikapundung. Pengambilan sampel dilakukan dibeberapa peternakan yang berada di daerah hulu sungai Cikapundung yaitu itu di BPTSP&HMT Cikole, di peternakan kecil di Dago atas dan di peternakan desa Suntenjaya. Pembuatan pupuk cair dari urin sapi dilakukan melalui perlakuan dengan pemberian EM4 dan air tebu sebagai aktivator proses fermentasi dengan berbagai variasi konsentrasi. Dari hasil penelitian dan variasi yang telah dilakukan, didapatkan hasil pembuatan pupuk dengan hasil konsentrasi NPK yang optimum pada konsentrasi pemberian EM4 sebesar 10%.