digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Inovasi Pemasaran di era digital memiliki fungsi yang esensial dalam menumbuhkan modal kelembagaan suatu lembaga khususnya bagi STIKOM CKI. STIKOM CKI sebagai perguruan tinggi memiliki tantangan dalam penerapan inovasi pemasaran. Teknologi digital dan media sosial telah mengubah praktik pemasaran konvensional, menjadikan keterlibatan digital sebagai aspek penting dalam meningkatkan daya saing dan relevansi lembaga pendidikan. Penelitian ini mengeksplorasi penggunaan taktik digital marketing oleh STIKOM CKI untuk menjangkau lebih banyak orang, meningkatkan branding, merekrut lebih banyak mahasiswa, dan menambah modal kelembagaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa STIKOM CKI memiliki tantangan khas tertentu seperti pengenalan merek yang buruk, pemanfaatan teknologi digital yang kurang, dan taktik keterlibatan pemangku kepentingan yang tidak efisien. Laporan tersebut mengembangkan "Kerangka Kerja Strategis Pendidikan Tinggi Pemasaran Digital" untuk mengatasi masalah ini. Pembangunan "Kerangka Strategi Pendidikan Tinggi Pemasaran Digital" mencakup berbagai metodologi analisis antara lain: SWOT dan TOWS, Lima Kekuatan Porter, Rantai Nilai Porter, PESTEL, dan Analisis RBV. Berdasarkan kerangka strategis tersebut, disarankan STIKOM CKI perlu mengadopsi: metode digital yang lebih baik (SIAKAD-sistem akademik, KPI-SPMI sebagai sistem non akademik, website: https://official.stikomcki.ac.id); teknologi baru seperti analisis media sosial (facebook, instagram, TikTok, LinkedIn, dan YouTube@stikom.cki); pengoptimalan mesin telusur google; dan manajemen hubungan pelanggan (Parenst dan sistem keterlibatan Alumni). Hasil khusus mengungkapkan bahwa platform Instagram, Facebook, dan LinkedIn, TikTok berfungsi sangat baik untuk meningkatkan pemasaran digital sehingga menjangkau calon siswa, orang tua, dan pemangku kepentingan lainnya. Selain itu, laporan ini juga menunjukkan perlunya tetap update dengan tren digital baru seperti AI (Generative AI, Gemini, ChatGPT, NotebookLM, dll.), pembelajaran mesin untuk kategorisasi dan prediksi, solusi pemasaran otomatis, dll. Beberapa contoh karakteristik ini adalah: chatbot berbasis AI, kampanye email yang dipersonalisasi, dan analitik prediktif berdasarkan analitik data besar yang juga dapat menghasilkan operasi pemasaran yang lebih efisien dan sukses. Kesimpulannya, strategi pemasaran digital yang kuat menggunakan big data akan menguntungkan STIKOM CKI dalam hal merekrut dan mempertahankan mahasiswa, membina hubungan industrial, dan mencapai pengembangan kelembagaan jangka panjang. Sekolah dapat mempertahankan kelangsungan hidup dan relevansinya dalam lingkungan pendidikan tinggi digital yang terus berkembang.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, meliputi wawancara semi terstruktur dengan manajemen dan mahasiswa aktif di STIKOM CKI, analisis dokumen menggunakan dokumen kelembagaan, dan observasi saluran pemasaran digital yang ada. Kerangka konseptual terdiri dari alat analisis internal (Resource-Based View, VRIO Framework, dan Value Chain Analysis) dan alat analisis eksternal (PESTEL, Porter's Five Forces, dan Competitor Analysis) yang dilengkapi dengan analisis pelanggan (STP Framework, Bauran Pemasaran 7Ps, dan Analisis Kesenjangan). Studi ini menyajikan Kerangka Kerja Strategis Pendidikan Tinggi Pemasaran Digital tiga fase berdasarkan analisis matriks SWOT dan TOWS, yang dilakukan selama 12 bulan dengan KPI terukur yang tepat untuk setiap fase. Hasil penelitian menemukan bahwa potensi utama pemasaran digital STIKOM CKI adalah strategi konten di TikTok yang disesuaikan untuk mahasiswa Generasi Z, pemasaran berbasis komunitas yang relevan dengan tujuan SDGs, dan pemantauan kinerja media sosial secara sistematis. Studi ini menambah literatur tentang pemasaran digital untuk institusi pendidikan tinggi swasta kecil di negara berkembang, yang secara khusus menggambarkan bagaimana keselarasan dengan SDG dapat menjadi pembeda kompetitif yang nyata.