Pertumbuhan pesat sektor pendidikan swasta meningkatkan kompleksitas operasional dan tekanan biaya, khususnya pada tingkat cabang di mana aktivitas pembelajaran bersifat padat sumber daya dan pemanfaatan kapasitas bervariasi antarprogram. Pada lembaga bimbingan belajar, biaya pengajaran umumnya timbul pada tingkat kelas dan relatif tetap dalam satu siklus akademik, sementara jumlah siswa berfluktuasi. Kondisi ini menyebabkan biaya per siswa yang tinggi pada kelas dengan keterisian rendah dan distorsi pengukuran profitabilitas program, yang tidak dapat ditangkap secara memadai oleh metode penentuan biaya tradisional berbasis alokasi agregat.
Penelitian ini menerapkan Time-Driven Activity-Based Costing (TDABC) di PT Kreasi Edulab Indonesia untuk meningkatkan visibilitas biaya dan mendukung pengambilan keputusan manajerial. Tujuan penelitian ini adalah menghitung biaya per siswa pada tingkat program dan cabang, menganalisis profitabilitas program, menentukan ukuran kelas minimum yang layak melalui analisis titik impas, serta mengevaluasi sensitivitas laba operasional terhadap faktor keuangan utama. Pendekatan kuantitatif digunakan melalui pemodelan dan simulasi TDABC berbasis data aktivitas pembelajaran, kapasitas praktis, laporan keuangan, dan data pendaftaran siswa.
Hasil penelitian menunjukkan variasi yang signifikan dalam biaya per siswa dan profitabilitas antarprogram dan cabang. Program yang beroperasi di bawah titik impas mengalami biaya per siswa yang secara struktural tinggi, sementara program dengan tingkat pendaftaran dan pemanfaatan kapasitas yang lebih baik menunjukkan kinerja operasional yang lebih kuat. Analisis sensitivitas mengindikasikan bahwa pendapatan rata-rata per siswa merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap laba operasional. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa TDABC meningkatkan transparansi biaya dan menyediakan dasar analitis yang andal untuk evaluasi kelayakan program, penentuan ukuran kelas minimum, serta pengambilan keputusan operasional dan penetapan harga yang lebih disiplin pada organisasi jasa pendidikan.
Perpustakaan Digital ITB