Transformasi digital telah menjadi strategi penting dalam meningkatkan efektivitas operasional di industri
konstruksi, khususnya pada fasilitas produksi Asphalt Mixing Plant (AMP) yang memiliki tingkat
kompleksitas tinggi. PT Hutama Karya (Persero) mengimplementasikan Live Asphalt Mixing Plant System
(LAMPS) sebagai sistem pemantauan berbasis digital untuk meningkatkan visibilitas operasional, integrasi
data produksi, dan pengendalian operasional secara real-time.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis latar belakang penerapan LAMPS, proses penerapannya dalam
kegiatan operasional AMP, persepsi serta adaptasi pengguna, dan kontribusinya terhadap pengendalian
operasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan strategi studi kasus tunggal pada
operasi Asphalt Mixing Plant (AMP) PT Hutama Karya (Persero). Data dikumpulkan melalui wawancara
semi-terstruktur, observasi lapangan, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis
tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan LAMPS meningkatkan visibilitas data
operasional, mempercepat proses pemantauan, memperbaiki koordinasi antarunit, serta mendukung
pengambilan keputusan yang lebih cepat dan berbasis data. Selain memberikan manfaat dalam
meningkatkan efektivitas pengendalian operasional, penerapan sistem ini juga menghadapi tantangan
berupa adaptasi pengguna, perubahan proses kerja, kebutuhan pelatihan, dan integrasi sistem dengan
praktik operasional yang sudah ada.
Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dengan mengintegrasikan perspektif transformasi digital,
transformasi proses bisnis, penerimaan teknologi, dan pengendalian operasional dalam menjelaskan
penerapan sistem digital di lingkungan instalasi pencampuran aspal (asphalt mixing plant). Secara praktis,
hasil penelitian ini dapat menjadi acuan bagi perusahaan konstruksi dalam merancang dan menerapkan
sistem pemantauan digital guna meningkatkan efektivitas pengendalian operasional.
Perpustakaan Digital ITB