digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

PT X merupakan perusahaan manufaktur farmasi yang berperan sebagai toll manufacturer dalam produksi kapsul lunak (softgel) dengan sistem make-to-order, salah satunya produk softgel massa isi minyak. Pada proses produksinya masih ditemukan pemborosan (waste) yang berpotensi memengaruhi efisiensi aliran proses. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis waste, menentukan prioritas perbaikan, serta merancang usulan perbaikan pada proses produksi softgel massa isi minyak di PT X. Penelitian dilakukan dengan pendekatan Lean Manufacturing. Kondisi aktual proses dipetakan menggunakan Current State Value Stream Mapping (VSM), kemudian aktivitas proses dianalisis menggunakan Process Activity Mapping (PAM) dan Seven Waste untuk mengidentifikasi waste. Penyebab waste ditelusuri menggunakan Issue Tree, dinilai berdasarkan Risk Priority Number (RPN) melalui Failure Mode and Effects Analysis (FMEA), kemudian dianalisis menggunakan Diagram Pareto untuk menentukan prioritas perbaikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waste yang teridentifikasi terdiri atas waiting, inventory, transportation, dan motion. Tujuh penyebab waste dengan RPN terbesar memiliki kontribusi kumulatif sebesar 84,07%, dengan P2, P11, P1, dan P3 ditetapkan sebagai prioritas perbaikan berdasarkan evaluasi kondisi operasional. Usulan perbaikan berupa standardisasi penggunaan dan alokasi mesin Encapsulation, standardisasi penyimpanan wadah Weighing, otomatisasi proses Sorting, dan standardisasi proses penurunan Job Order, disertai optimasi aktivitas yang masih diperlukan melalui perubahan metode pelaksanaan. Berdasarkan Future State VSM, rancangan perbaikan menurunkan lead time dari 11.565,970 menit menjadi 9.300,283 menit dan meningkatkan Process Cycle Efficiency (PCE) dari 19,31% menjadi 23,30%, dengan waktu aktivitas NNVA berkurang sebesar 35,39%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa rancangan perbaikan dapat mendukung pengurangan waste dan peningkatan efisiensi aliran proses produksi softgel massa isi minyak di PT X.