digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Transformasi digital di sektor manufaktur menuntut kesiapan sumber daya manusia (SDM) dalam mengadopsi teknologi berbasis sistem seperti Manufacturing Execution System (MES) 3.0. PT XYZ sebuah perusahaan manufaktur yang sedang mengimplementasikan MES 3.0 menghadapi tantangan dalam mengoptimalkan produktivitas karyawan di tengah perubahan proses kerja digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara faktor organisasi yang meliputi Modal Insani, Budaya Organisasi, Infrastruktur Teknologi, dan Kepemimpinan terhadap produktivitas SDM, serta menguji peran mediasi efektivitas pemanfaatan MES 3.0 dalam hubungan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Structural Equation Modeling Partial Least Squares (SEM-PLS). Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada karyawan PT XYZ yang terlibat langsung dalam penggunaan sistem MES 3.0. Variabel penelitian meliputi empat faktor organisasi sebagai variabel independen, efektivitas pemanfaatan MES sebagai variabel mediasi, dan produktivitas modal insani sebagai variabel dependen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan merupakan faktor paling dominan yang memengaruhi produktivitas modal insani, baik secara langsung maupun melalui peran efektivitas pemanfaatan MES. Modal insani dan infrastruktur teknologi memberikan pengaruh positif namun terbatas, sedangkan budaya organisasi menunjukkan pengaruh negatif, menandakan masih adanya resistensi terhadap perubahan digital. Efektivitas pemanfaatan MES terbukti berperan sebagai mediator signifikan yang menghubungkan faktor organisasi dengan produktivitas modal insani. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan implementasi MES 3.0 tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kualitas kepemimpinan, kesiapan modal insani, dan budaya organisasi yang mendukung inovasi serta pembelajaran berkelanjutan.