digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Penelitian dilakukan di daerah Purwanegara dan sekitarnya, Kecamatan Purwanegara, Kabuparen Kebumen - Banjarnegara, Jawa Tengah dengan luas daerah penelitian kurang lebih 69 km2. Secara geografis, daerah penelitian terletak pada 9174500–9164000 mU dan 334500–341400 mT. Data primer diperoleh melalui pengamatan lapangan yang kemudian didukung dengan analisis petrografi, mikropaleontologi, dan struktur geologi. Kompleks Melange merupakan satuan tertua pada daerah penelitian, terbentuk akibat subduksi yang terjadi pada Kapur - Paleosen sepanjang jalur Karangsambung – Meratus. Pada Eosen, Satuan Batulempung terendapkan di atas Kompleks Melange dengan mekanisme lengseran akibat pengaruh gaya berat. Satuan Breksi Lempung kemudian terendapkan secara selaras di atas Satuan Batulempung pada Oligosen Awal – Miosen Awal. Vulkanisme di Selatan Jawa pada Oligosen menyebabkan terendapkannya produk vulkanik berupa Satuan Tuf dan Breksi Vulkanik pada Miosen Awal secara selaras. Satuan Breksi Piroklastik kemudian secara tidak selaras terendapkan pada Pliosen – Plistosen. Satuan Aluvial terendapkan secara tidak selaras diatas satuan-satuan lainnya pada saat ini. Karakteristik dari Kompleks Melange sangat khas dengan hadirnya struktur boudin dan slaty cleavage pada matriks batulempung – batulanau hitamnya, serta juga ditandai oleh hadirnya blok-blok batuan metamorf, batuan kerak samudra, dan batuan sedimen laut dalam. Hubungan kompleks ini dengan batuan-batuan paleogen di atasnya berupa sentuhan tektonik. Batuan-batuan paleogen yang terdiri dari Satuan Batulempung dan Breksi Lempung juga memiliki struktur sisik pada matriksnya. Struktur geologi daerah penelitian terdiri dari perlipatan dengan sumbu berarah Barat - Timur, sesar naik berarah Barat – Timur, dan juga sesar geser yang berarah Barat Laut – Tenggara hingga Barat Daya – Timur Laut. Struktur – struktur tersebut terbentuk pada Kompleks Melange maupun pada satuan-satuan batuan sedimen di atasnya.