digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Indonesian Aerospace Company merupakan salah satu perusahaan strategis di Indonesia yang berperan penting dalam pengembangan industri dirgantara serta peningkatan teknologi nasional. Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), perusahaan ini beroperasi di sektor pertahanan dan transportasi, serta mengekspor produknya ke pasar internasional. Salah satu divisi utamanya adalah Strategic Business Unit (SBU) Aerostructure, yang bertanggung jawab dalam produksi komponen penting pesawat terbang seperti bagian badan pesawat (fuselage), struktur sayap, dan bagian-bagian perakitan. Penelitian ini mengkaji kesiapan dan formulasi strategi Unit Bisnis Strategis (SBU) Aerostruktur di Indonesian Aerospace Company dalam mempersiapkan diri untuk pemisahan menjadi entitas independen. Dengan menggunakan kerangka kerja manajemen strategis, penelitian ini mengintegrasikan penilaian kesiapan, analisis SWOT, matriks evaluasi faktor internal dan eksternal, serta matriks Internal-Eksternal (IE) untuk menganalisis kemampuan organisasi dan peluang eksternal. Temuan menunjukkan bahwa SBU Aerostructure memiliki komitmen manajerial yang kuat dan kapasitas operasional yang baik, sementara kemandirian finansial mungkin menjadi tantangan utama yang perlu diatasi sebelum pemisahan. Formulasi strategi menempatkan SBU Aerostructure pada jalur pertumbuhan, merekomendasikan strategi agresif yang mengarah pada penetrasi pasar dan diversifikasi, ketahanan rantai pasok melalui integrasi mundur, keunggulan operasional yang didukung oleh teknologi Industri 4.0, serta aliansi strategis yang didukung oleh manajemen aset. Integrasi ke dalam aktivitas purna jual dan codesign, serta keberlanjutan keuangan melalui struktur modal yang dioptimalkan dan pendanaan jangka panjang, ditekankan untuk memperkuat daya saing dan kemandirian. Proses pemisahan (spin-off) dapat dilakukan, asalkan kemandirian keuangan diperkuat. Hal ini memberikan rekomendasi praktis bagi pemangku kepentingan untuk mendukung proses restrukturisasi.