digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Lima tahun terakhir bukan masa yang mudah bagi PTBA. PT Bukit Asam Tbk, produsen batu bara termal terbesar di Indonesia yang berada di bawah grup BUMN MIND ID, beroperasi di lapangan Tanjung Enim, Sumatera Selatan. Ada tiga hal yang bikin perusahaan ini susah dinilai pakai model biasa. Sekitar 55 persen volumenya masuk ke pasar domestik dengan harga tetap USD 70 per ton sesuai Keputusan Menteri No. 139 Tahun 2021, mau harga internasional naik atau turun tetap segitu. Saham batu bara belakangan kena diskon ESG dari investor institusional yang tidak ada hubungannya dengan kinerja perusahaan itu sendiri. Pertanyaan penelitiannya adalah apakah ekuitas PTBA undervalued, fairly valued atau overvalued pada harga pasar IDR 2.930 per 30 Desember 2024. Metodenya discounted cash flow to the firm yang diproyeksikan dari 2025 sampai 2029, dibangun dari lima tahun data keuangan teraudit, lalu dicek dengan kelipatan EV/EBITDA, P/E dan P/B dari AADI, ITMG dan HRUM. Yang membedakan studi ini dari yang sebelumnya adalah penjualan domestik dan ekspor diperlakukan sebagai dua arus pendapatan terpisah, bukan satu harga rata rata. WACC 12,0 persen dihitung pakai CAPM dengan imbal hasil obligasi pemerintah Indonesia, beta 0,85 yang disesuaikan terhadap beta industri batu bara Asia dari Damodaran dan country risk premium Indonesia dari Damodaran. Hasilnya PTBA undervalued. Skenario base case menghasilkan nilai intrinsik IDR 5.239 per saham, 78,8 persen di atas harga pasar, dan skenario bear case pun masih keluar di IDR 3.578, atau 22,1 persen di atas pasar. Lima dari enam metode valuasi berada di atas harga pasar. Satu satunya yang tidak adalah P/B, mungkin sebagian dapat dijelaskan oleh tingginya pembagian dividen yang dilakukan oleh PTBA dan beberapa perusahaan batu bara Indonesia sejenis selama FY2023-2024. Penelitian ini juga mengkaji potensi pengaruh penetapan harga pasar yang berkaitan dengan ESG melalui analisis sensitivitas dengan secara eksplisit menggunakan batas harga domestik sebagai batasan pendapatan dalam penelitian ini serta menggabungkan D&A pasar dengan informasi yang tersedia secara publik dari catatan atas laporan keuangan yang telah diaudit.