Perkembangan sektor konstruksi di Indonesia menunjukkan pertumbuhan seiring dengan meningkatnya permintaan pembangunan infrastruktur dan lingkungan. Sektor konstruksi tidak hanya mencakup pembangunan fisik gedung, tetapi juga pembangunan lanskap dan ruang terbuka hijau untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan. Dalam hal ini, sektor lanskap merupakan bagian dari industri konstruksi yang bertanggung jawab untuk memastikan dan mempertahankan ruang terbuka hijau yang fungsional, estetis, dan berkelanjutan. PT SIPP merupakan salah satu perusahaan pemeliharaan lanskap di Indonesia yang mendukung kebutuhan pemeliharaan ruang terbuka hijau. Salah satu kegiatan utama perusahaan ini adalah penyiraman tanaman secara rutin menggunakan truk tangki air, sehingga truk ini menjadi komponen penting dari kegiatan operasional.
Seiring dengan meningkatnya jumlah proyek lanskap, perusahaan terkadang tidak mampu memenuhi kebutuhan terhadap truk tangki air. Dengan situasi ini, perusahaan mempertimbangkan untuk mengembangkan bisnisnya dengan menambah lima truk tangki air, namun dihadapkan pada dilema mengenai mana yang lebih menguntungkan: membeli atau menyewa truk tangki air tersebut untuk keperluan operasionalnya. Hal ini merupakan isu bisnis yang penting karena berdampak langsung pada efisiensi biaya, operasional, dan daya saing perusahaan dalam jangka panjang.
Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, diketahui bahwa alternatif membeli lima unit watering tanker memiliki NPV cash outflow sebesar Rp2,714,126,620, sedangkan NPV cash outflow untuk alternatif menyewa sebesar Rp3,066,236,654. Dengan demikian, alternatif membeli lebih hemat sebesar Rp352,110,035 atau sekitar 11.48% jika dibandingkan dengan alternatif menyewa. Hasil analisis sensitivitas juga menunjukkan bahwa keputusan membeli ini tetap konsisten pada seluruh skenario perubahan biaya. Oleh karena itu, PT SIPP direkomendasikan untuk membeli lima unit watering tanker dalam mendukung rencana ekspansi bisnis karena alternatif ini lebih menguntungkan secara finansial dalam jangka panjang.
Perpustakaan Digital ITB