Pembakaran sampah secara terbuka berpotensi memberikan kontribusi sebagai
sumber partikulat di atmosfer. Pembakaran sampah secara terbuka terjadi pada temperatur
rendah dan akan menghasilkan bermacam-macam polutan, salah satunya adalah partikulat
yang berupa asap dan jelaga. Diketahui dari penelitian sebelumnya, 28,84 % dari
penduduk kota Bandung melakukan pembakaran sampah secara terbuka. Penelitian ini
dilakukan untuk mengetahui komposisi dan karakteristik sampah yang dibakar,
konsentrasi partikulat [PM10] dan kontribusi faktor-faktor pendukung lainnya terhadap
konsentrasi [PM10] yang dihasilkan dari pembakaran sampah secara terbuka,
mendapatkan faktor emisidan identifikasi awal logam yang dihasilkan dari pembakaran
sampah secara terbuka. Sembilan puluh sampel sampah diambil dari tipe rumah berbeda
sesuai dengan golongan sosial ekonomi. Pembagian sampel sampah dilakukan dengan
menggunakan teknik probabilitas (random sampling dan stratified random sampling).
Berdasarkan metode tersebut diperoleh pembagian jumlah sampel yang dibagi atas 23
sampel rumah mewah,32 sampel rumah menengah dan 35 sampel rumah sederhana.Pada
penelitian ini dilakukan simulasi pembakaran sampah secara terbuka dengan
menggunakan insinerator modular mini. Pembakaran dilakukan dengan dua kondisi
temperatur berbeda, yaitu 250°C dan 850°C. Pengukuran emisi [PM10] menggunakan
sampling probe. Dari hasil pengukuran, diperoleh konsentrasi [PM10] pada tipe rumah
mewah (T250°C = 47,78 mg/m3
dan T850°C =76,87 mg/m3
), rumah menengah (T250°C = 65,78
mg/m3
dan T850°C 89,62 mg/m3
), dan rumah sederhana (T250°C = 81,34 mg/m3
dan T850°C =
151,00 mg/m3
). Konsentrasi [PM10]850°C dari semua tipe rumah lebih besar dari
konsentrasi [PM10]250°C karena pembakaran pada temperatur 850°C cenderung
menghasilkan ukuran partikel halus (PM10) dibandingkan dengan partikel kasar (TSP).
Dari hasil analisis diperoleh bahwa 37,7% [PM10] pada pembakaran sampah terbuka
dipengaruhi oleh tipe rumah, temperatur, volume udara dan sampah organik .Faktor emisi
yang dihasilkan dari rumah mewah adalah adalah (FE[PM10] 250°C =17,1 mg/kg dan
FE[PM10] 850°C =26,5 mg/kg), rumah menengah (FE[PM10] 250°C =26,8 mg/kg dan
FE[PM10] 850°C =36,4mg/kg),dan rumah sederhana (FE[PM10] 250°C =47,3 mg/kg dan
FE[PM10] 850°C =65 mg/kg). Pada studi ini juga dilakukan identifikasi awal terhadap
logam dari pembakaran sampah domestik Kota Bandung. Logam tersebut adalah Mg, Zn,
K, Na, Fe,Ca, Al, Cr, Ni, Sb, Co, Pb, As, Cu, Cd, Mn, Hg dan Sn
Perpustakaan Digital ITB