digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak
PUBLIC Open In Flipbook Nugi Nugraha

Aktivitas pertambangan nikel laterit di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, memberikan tekanan signifikan terhadap ekosistem perairan di sekitarnya. Limpasan tambang terbuka, erosi lahan, serta buangan domestik berpotensi meningkatkan konsentrasi logam berat dan mengubah karakteristik fisika-kimia air sungai. Sungai Bahodopi merupakan lokasi utama aliran dari kawasan tambang aktif dan berfungsi sebagai sumber air bagi masyarakat serta aktivitas industri, sehingga perlu dievaluasi kondisi lingkungan dan potensi risiko ekologisnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis parameter fisika-kimia air, konsentrasi logam berat, dan respons komunitas makrozoobentos guna menilai pengaruh aktivitas pertambangan nikel terhadap kondisi kualitas lingkungan dan bioavailabilitas logam berat di ekosistem sungai. Penelitian dilakukan pada dua sungai, yaitu Sungai Bahodopi (terdampak tambang) dan Sungai Makarti (kontrol alami). Sampel air dan sedimen dikumpulkan di beberapa titik sepanjang gradien jarak dari sumber tambang. Analisis meliputi parameter fisika-kimia (pH, suhu, DO, TDS, DHL, salinitas, ORP, kecepatan arus), pengujian logam berat menggunakan ICP-OES, serta penilaian biologi menggunakan indeks keanekaragaman Shannon-Wiener (H’) dan EPT. Risiko ekologis dihitung menggunakan Risk quotient (RQ) untuk air dan Potential ecological risk index (PERI) untuk sedimen. Hasil menunjukkan perbedaan signifikan antara Sungai Bahodopi dan Sungai Makarti. Sungai Bahodopi memiliki nilai TDS, DHL, dan salinitas yang lebih tinggi serta DO lebih rendah dibanding sungai kontrol, menunjukkan kondisi reduktif yang mendukung peningkatan kelarutan logam berat.